Pesepak bola putri FC Bekasi City Hanipa Halimatusyadiah(ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
GELANDANG FC Bekasi City, Hanipa Halimatusyadiah, mengungkapkan rasa antusiasmenya menyambut kembalinya kejuaraan sepak bola putri ahli di Tanah Air. Liga Putri Indonesia alias Indonesia Women's League (IWL) musim 2026/2027 dijadwalkan bakal melakukan kick-off pada 17 Oktober mendatang.
Bagi Hanipa, kehadiran liga ini merupakan jawaban atas penantian panjang para pesepak bola putri Indonesia. Sebagaimana diketahui, kejuaraan ahli putri sempat vakum selama tujuh tahun setelah terakhir kali digelar pada 2019 silam.
"Pasti ini nan ditunggu-tunggu ya sama semua pemain, termasuk saya sendiri. Mungkin kadang kita ngerasa, 'Kapan nih Indonesia ada liga?', sampai nan kudu nyari-nyari link untuk main di luar negeri. Pasti ini excited banget dan nggak sabar," ujar Hanipa dalam bertemu pers di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8).
Menjaga Asa di Tengah Vakumnya Kompetisi
Hanipa, nan sekarang berumur 23 tahun, mempunyai memori kuat saat kejuaraan terakhir bergulir pada 2019. Kala itu, di usia 16 tahun, dia memihak PS Tira Persikabo nan kudu puas menjadi runner-up setelah kalah agregat 1-6 dari Persib Bandung di partai final.
Selama masa vakum kejuaraan profesional, Hanipa tetap menjaga sentuhan bolanya melalui arena Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia sukses membawa tim Jawa Barat meraih lencana emas pada PON 2021 Papua dan PON 2024 Aceh-Sumut.
Di luar lapangan, eks penggawa Timnas Putri Indonesia di Piala AFF Putri 2022 ini juga menyibukkan diri dengan mengelola upaya pribadi agar tetap bisa membiayai rutinitas latihannya.
"Sebenarnya nggak vakum sih. Kebetulan alhamdulillah-nya saya punya upaya nan saya bisa jalanin. Jadi lantaran saya punya bisnis, saya bisa tinggal untuk latihan juga. Jadi walaupun kemarin nggak ada kompetisi, saya tetap latihan," tuturnya.
Target Juara dan Harapan Ekosistem Berkelanjutan
Menatap musim baru berbareng FC Bekasi City, Hanipa mematok sasaran tinggi untuk membawa timnya menjadi juara. Ia juga memandang kehadiran banyak pemain baru dan junior sebagai motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas perseorangan agar tidak terjebak dalam area nyaman.
Lebih dari sekadar gelar juara, Hanipa berambisi Liga Putri Indonesia 2026/2027 menjadi titik kembali terciptanya ekosistem sepak bola putri nan sehat dan berkelanjutan, serupa dengan kejuaraan putra.
"Aku berambisi emang konsisten dan bisa jadi perihal nan pasti untuk masa depan kita sebagai pemain. Karena kita sudah memutuskan untuk jadi pemain bola dan pasti ada hal-hal nan dikorbankan, entah itu waktu alias pendidikan. Aku berambisi ini bisa jadi ekosistem nan mungkin sama kayak laki-laki lah," tegasnya.
Informasi Kompetisi Liga Putri Indonesia 2026/2027:
- Peserta: Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.
- Format: Triple round-robin terpusat di Jakarta (minimal 15 pertandingan per klub).
- Lokasi: Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
- Laga Pembuka: Persita Tangerang vs Persija Jakarta.
- Regulasi Pemain: Maksimal 4 pemain asing per klub dan wajib diperkuat pemain Timnas Putri Indonesia.
Kompetisi ini bakal menggunakan konsep sports festival pada babak awal. Empat klub teratas di klasemen akhir bakal melaju ke babak semifinal untuk memperebutkan tiket ke partai puncak. (Ant/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·