Hanya Beda 2 Hari, Kisah Kemerdekaan RI-Korsel Bertemu di Jakarta

52 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan Korea Selatan mempunyai satu kesamaan sejarah nan menarik. Keduanya sama-sama memperingati kemerdekaan pada Agustus dan tahun yag sama 1945, apalagi tanggalnya hanya terpaut dua hari.

Korea memperingati Gwangbokjeol alias Hari Pembebasan Nasional setiap 15 Agustus, sementara Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Pada 2026, Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan, begitupun Korea Selatan.

Kedekatan momentum tersebut sekarang diangkat melalui pameran fotografi sejarah berjudul "My Wish, Our Wish: Road to Freedom" di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta.

Pameran dibuka Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon pada 12 Agustus 2026 dan diselenggarakan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) bekerja sama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA. Pameran menjadi ruang untuk menelusuri perjalanan sejarah, perjuangan, serta angan menuju kebebasan melalui fotografi dan arsip.

Pameran tersebut sekaligus digelar untuk memperingati 150 tahun kelahiran Kim Koo, salah satu tokoh krusial dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Korea. Kiprahnya juga menjadi bagian dari warisan dokumenter nan diakui dalam program Memory of the World UNESCO.

Ppameran tidak hanya menghadirkan kisah perjuangan Korea melalui Kim Koo. Berbagai arsip dan pengarsipan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga turut dipamerkan, mempertemukan perjalanan dua bangsa nan sama-sama memperjuangkan kemerdekaannya.

"Setiap bangsa tentu mau bangsanya merdeka. Kim Koo seorang tokoh kemerdekaan dari Korea Selatan. Bagi kita, ada Bung Karno dan Bung Hatta, proklamator nan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tahun 1945," kata Fadli dalam keterangan resmi dikutip dari laman resmi Kementerian Kebudayaan RI.

Fadli menilai fotografi, dokumen, hingga manuskrip menjadi bagian krusial untuk menjaga ingatan sejarah sebuah bangsa. Arsip memungkinkan masyarakat masa sekarang memahami kembali peristiwa nan terjadi pada masa lalu.

"Kami mendukung aktivitas nan menggunakan arsip sejarah, termasuk foto-foto dan dokumen, manuskrip, bagian dari upaya terus mengingat masa lampau sebagai bagian memahami hari ini. Jika tidak ada buletin dan penyebaran informasi, tidak ada bukti proklamasi," ujarnya.

RI-Korea Punya Kesamaan Sejarah

Wakil Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Chung Hae-Kwan mengatakan Indonesia dan Korea memang mempunyai tradisi serta warisan budaya nan berbeda. Namun, kedua negara mempunyai kesamaan krusial dalam perjalanan sejarah, ialah pergerakan menuju kemerdekaan.

Menurutnya, pemilihan Gedung ANTARA sebagai letak pameran juga mempunyai makna tersendiri. Gedung tersebut menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia, terutama dalam penyebaran buletin Proklamasi Kemerdekaan.

"Kim Koo merupakan figur nan sangat simbolis dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Korea. Meskipun Indonesia dan Korea mempunyai tradisi serta warisan budaya nan berbeda, kedua bangsa berbagi satu kesamaan warisan sejarah nan sangat penting, ialah pergerakan dan proklamasi kemerdekaan," kata Chung.

Ia berambisi pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada generasi muda kedua negara untuk mempelajari dan meneruskan semangat para pendahulu.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga mendorong ANTARA Heritage Center menjadi cagar budaya nasional. Ia bilang, status tersebut dapat membantu menjamin pemeliharaan gedung secara berkepanjangan mengingat perannya sebagai aset nan tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya dalam penyiaran buletin Proklamasi.

Pameran sejarah tersebut juga menjadi bagian dari hubungan kebudayaan Indonesia dan Korea Selatan nan terus berkembang. Fadli berambisi kerja sama Kementerian Kebudayaan dengan KCCI serta hubungan Indonesia-Korea Selatan dapat terus diperkuat, khususnya dalam bagian budaya dan industri kreatif.

"Kami juga berambisi kesempatan kerja sama dengan KCCI dan Indonesia dengan Korea terus terjalin terutama di bagian budaya menuju Cultural Creative Industry," kata Fadli.

Pameran "My Wish, Our Wish: Road to Freedom" dibuka untuk masyarakat umum pada 13 hingga 31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya