Harga Oli Pertamina Lubricants Naik 17%, Ternyata Ini Alasannya

46 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga oli alias pelumas belakangan mengalami kenaikan nan tinggi, perihal ini juga menjadi keluhan banyak warganet. PT Pertamina Lubricants mengakui sudah meningkatkan nilai produk pelumasnya rata-rata 17% pada awal Juni 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan di tengah ketatnya persaingan industri pelumas di Indonesia.

Pasar pelumas domestik diisi oleh ratusan merek nan menawarkan produk untuk kendaraan maupun kebutuhan industri. Kondisi tersebut membikin produsen kudu mempertimbangkan nilai sekaligus posisi produknya di pasar.

"Rata-rata kita kenaikan terakhir di tanggal 2 Juni kemarin, rata-rata 17%," kata Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi di Pabrik Pertamina Lubricants, Rabu (12/8/2026).

Kenaikan nilai tersebut bertindak ketika Pertamina Lubricants tetap mempertahankan produksi di akomodasi milik sendiri. Perusahaan mempunyai tiga pabrik pelumas nan berlokasi di Jakarta, Gresik, dan Cilacap.

"Untuk Pertamina sendiri, kami mempunyai kelebihan untuk pasar di Indonesia ini kita produksinya di pabrik kita sendiri. Pabrik pelumas Pertamina nan dimiliki Pertamina sendiri," ujar Rika.

Merek lokal ini juga kudu berhadapan dengan merek dunia nan sudah lama bermain di pasar pelumas Indonesia. Selain itu, kejuaraan datang dari merek lokal nan ikut memperebutkan konsumen. Meski demikian aspek kenaikan biaya bahan baku membikin nilai oli ikut terkerek.

"Base oil merupakan bahan baku utama dalam produksi pelumas dan sebagai turunan produk minyak bumi kondisi nilai dan supply base oil terdampak dinamika geopolitik bumi saat ini. Kendala tersebut menjadi salah satu aspek penyesuaian nilai jual produk pelumas," kata Rika.

Dua orang tenaga kerja menyelesaikan produksi pelumas mesin di Pabrik Pertamina Lubricants, Koja, Jakut Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Dua orang tenaga kerja menyelesaikan produksi pelumas mesin di Pabrik Pertamina Lubricants, Koja, Jakut Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Dua orang tenaga kerja menyelesaikan produksi pelumas mesin di Pabrik Pertamina Lubricants, Koja, Jakut Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya