Harga Sawit RI Dimanipulasi, Prabowo: Jual Rp15.000, di Eropa Rp27.000

59 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto lagi-lagi mengungkap dugaan praktik under invoicing alias pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya nan terjadi pada komoditas kelapa sawit. Menurutnya, praktik tersebut telah membikin Indonesia kehilangan potensi devisa dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun.

Prabowo lagi-lagi menyoroti adanya perbedaan mencolok antara nilai ekspor nan tercatat dari Indonesia dengan nilai jual komoditas tersebut di pasar internasional. Ia menyebut nilai kelapa sawit nan dilaporkan saat keluar dari Indonesia berkisar RpRp15.000 per kilogram, sementara nilai nan diterima di pasar tujuan bisa mencapai Rp27.000 per kilogram.

"Sebelumnya minyak mentah sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, dijual sekitar Rp15.000 per kilogram sementara nilai di bursa Rotterdam Belanda harganya Rp27.000 per kilogram padahal satu hektare di Belanda tidak ada kebun kelapa sawit," ungkap Prabowo di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, selisih nilai nan mencapai nyaris 50% tersebut tidak dinikmati negara, melainkan mengalir kepada pihak-pihak tertentu melalui beragam praktik perdagangan nan tidak transparan.

"Artinya kita lenyap 50% nilai komoditas kita," ujarnya.

Oleh lantaran itu, untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah tengah menyiapkan sistem tata kelola ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), entitas baru di bawah Danantara nan bakal berfaedah mengawasi transaksi ekspor komoditas strategis.

"Karena itu pada tanggal 20 Mei 2026 Hari Kebangkitan Nasional kita di aula terhormat ini di hadapan majelis terhormat ini saya telah umumkan pembentukan PT DSI ini sebagai pintu tunggal prosesing ekspor komoditas milik Indonesia," tegas Prabowo.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya