ARTICLE AD BOX
loading...
Talkshow memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Pusat Rehabilitasi YAKITA, Ciawi, Bogor, Selasa, 30 Juni 2026. Foto: Ist
BOGOR - Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) membujuk pemerintah, abdi negara penegak hukum, lembaga rehabilitasi, bumi usaha, keluarga, dan masyarakat memperkuat sinergi penanggulangan narkoba . Caranya melalui pendekatan seimbang antara penegakan norma tanpa pidana dengan merehabilitasi dan penguatan ketahanan keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan dalam talkshow "Sinergi Kebijakan Hukum dan Rehabilitasi sebagai Strategi Nasional Melawan Narkoba untuk Menuju Indonesia Emas 2045" nan digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Selasa, 30 Juni 2026 di Pusat Rehabilitasi YAKITA, Ciawi, Bogor.
Baca juga: Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, Ini Pesan Khofifah
Kegiatan ini menghadirkan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar, Founder YAKITA Joyce Djaelani Gordon, musisi sekaligus pegiat kampanye antinarkoba Ivanka Slank, serta Co-Founder PT PBG Perry Primanda.
Empat narasumber menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan penindakan norma dengan mempidana tetapi juga memerlukan rehabilitasi nan efektif serta support family dan masyarakat agar penyintas dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·