Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo blak-blakan menyoroti penyelenggaraan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, tantangan pemerintah bukan lagi sekadar membikin program, tetapi memastikan program tersebut betul-betul melangkah di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri groundbreaking proyek kediaman terjangkau di area Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/26). Ia meminta penyelenggaraan program pemerintah mendapat perhatian serius lantaran kualitas kebijakan pada akhirnya ditentukan oleh eksekusinya.
"So, ini teman-teman juga sudah titip sama saya. Program bagus, program bagus, tapi eksekusi, eksekusi. Program-program Pak Prabowo dan Pak Gibran semua bilang bagus, tapi lemahnya adalah di eksekusi. Kita terus terang saja, kita terbuka ya," kata Hashim.
Evaluasi tersebut berasas pengamatannya terhadap sejumlah program pemerintah. Ia menilai persoalan penerapan perlu dibicarakan secara terbuka agar pemerintah dapat memperbaiki kekurangan nan muncul.
Ketua Satgas Perumahan (Hunian), Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutan saat groundbreaking kediaman terjangkau di area dekat Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: FAISAL RAHMAN
Salah satu program nan kemudian dia singgung adalah Makan Bergizi Gratis alias MBG. Program tersebut menjadi salah satu program utama pemerintahan Prabowo-Gibran nan pelaksanaannya melibatkan banyak pihak di beragam daerah.
"Contoh salah satu contoh adalah BGN, MBG ya, nan Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman) dan saya sudah pantau dari awal ya Pak. Ini kawan saya seperjuangan ini Pak Ara ini ya," kata Hashim.
Menurut Hashim, pemantauan terhadap program pemerintah perlu dilakukan sejak tahap awal. Pengawasan tersebut diperlukan agar beragam persoalan nan muncul dalam penyelenggaraan dapat segera diketahui dan ditangani.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

58 menit yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·