Greenomics Festival 2026(MI/HO)
TRANSISI ekonomi Indonesia dari berbasis sumber daya ekstraktif menuju ekonomi hijau sekarang bukan lagi sekadar agenda pengamanan lingkungan, melainkan telah beralih bentuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pergeseran ini membuka kesempatan besar di beragam sektor, mulai dari pasar karbon, pembiayaan hijau, hingga ekonomi sirkular nan diprediksi berbobot miliaran dolar.
Guna membedah potensi tersebut secara konkret, PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) bakal menyelenggarakan Greenomics Festival 2026. Forum strategis ini dijadwalkan berjalan pada Senin, 24 Agustus 2026, di Menara Hijau, Jakarta, dengan mempertemukan para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga inovator teknologi.
Peluang Ekonomi dan Tantangan Integritas
MUTU International menilai bahwa perkembangan Greenomics di Indonesia mempunyai potensi ekonomi nan sangat masif. Instrumen seperti pasar karbon memungkinkan adanya nilai ekonomi dari pengurangan emisi, sementara biodiversity credit (kredit keanekaragaman hayati) mulai menghubungkan upaya konservasi dengan akses pembiayaan global.
Namun, besarnya kesempatan ini menuntut adanya standar dan integritas nan tinggi. Tanpa sistem verifikasi nan akuntabel, bumi upaya berisiko terjebak dalam praktik greenwashing. Standar nan jelas juga menjadi kunci daya saing produk Indonesia di pasar global, terutama di tengah semakin ketatnya kebijakan perdagangan internasional nan mempertimbangkan jejak karbon.
Detail Pelaksanaan MUTU Greenomics Festival 2026
| Acara | MUTU Greenomics Festival 2026 |
| Waktu | Senin, 24 Agustus 2026 | 12.00 – 15.30 WIB |
| Lokasi | Menara Hijau, Jakarta |
| Penyelenggara | PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) |
Dialog Lintas Sektor: Dari Karbon hingga Kebijakan
Festival ini bakal dibagi menjadi dua sesi perbincangan utama nan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh di bidangnya:
- Sesi I: Capitalizing Carbon Markets, Biodiversity, and Clean Energy Solutions
Fokus pada langkah praktis dan solusi teknologi dalam mengelola aset karbon serta transisi energi. Menghadirkan Anindya Bakrie (Ketua Umum Kadin Indonesia), Agus Sari (CEO Landscape Indonesia), Jeffrey Chatellier (CEO Forest Carbon), dan Natalia Rialucky Marsudi (Founder & CEO Fairatmos). - Sesi II: Enabling Policy, Sustainable Investment, and Corporate Readiness for Greenomics
Membahas kepastian hukum, akses pembiayaan hijau, serta kesiapan korporasi dan UMKM dalam menerapkan ekonomi sirkular. Menghadirkan Shinta Kamdani (Chairman of Apindo), Euan Marshall (Country Manager IFC), Rio Christiawan (Pakar Hukum & Keberlanjutan), dan Suharman Noerman (Chairperson of ICEST Institute).
Mendorong Kolaborasi Nasional
Acara bakal dibuka oleh Presiden Direktur MUTU International dan menghadirkan dua tokoh nasional sebagai keynote speaker, ialah Sandiaga Uno (Chairman PT Samala Serasi Utama) dan M. Jumhur Hidayat (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia).
Lebih dari 100 jejeran dewan korporasi dan perwakilan asosiasi upaya diharapkan datang untuk merumuskan rekomendasi taktis guna menjawab halangan izin dan finansial. Kolaborasi antara pemerintah nan menyediakan izin transparan, sektor finansial nan menyiapkan instrumen pembiayaan, serta bumi upaya nan siap secara operasional menjadi syarat absolut keberhasilan transisi ini.
Pada akhirnya, pengembangan Greenomics diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap perubahan iklim, tetapi menjadi strategi pertumbuhan ekonomi baru nan menempatkan kepentingan lingkungan dan integritas upaya secara beriringan. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·