Hashim Minta Menteri Ara Bentuk Badan Khusus Urusi Rusun, untuk Apa?

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengingatkan pemerintah agar pembangunan kediaman terjangkau tidak berakhir pada kualitas gedung saat proyek selesai. Menurutnya, persoalan perawatan kudu dipikirkan sejak awal agar kediaman tetap layak dalam jangka panjang.

Hashim menyampaikan perihal tersebut saat menghadiri groundbreaking proyek kediaman terjangkau di area Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Proyek ini menjadi salah satu contoh pembangunan kediaman vertikal di pusat Jakarta nan ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Saya kira ini nan suatu prestasi luar biasa. nan saya mau sampaikan saja beberapa hal. Karena kita sudah lama orang Indonesia, titik lemah bangsa Indonesia menurut saya, sudah berbisnis 40 tahun, saya sudah pimpin beberapa perusahaan industri semen, petrokimia, dan lain-lain, upaya migas sudah lama-titik lemah kita adalah perawatan, pemeliharaan. Kita bangun dengan bagus sekali. Dari dulu kita membangun bagus sekali, tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance," kata Hashim.

Peringatan tersebut berangkaian dengan keberlanjutan kualitas kediaman setelah diserahkan kepada masyarakat. Bangunan dengan letak dan kreasi nan baik tetap memerlukan pengelolaan rutin agar tidak mengalami penurunan kualitas.

Hashim berambisi kondisi kediaman tersebut tetap terjaga ketika proyek memasuki usia satu dekade. Ia apalagi membayangkan Presiden Prabowo Subianto dapat kembali memandang kondisi area tersebut pada masa mendatang.

Unit contoh jenis 45 kediaman terjangkau di area dekat Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Unit contoh jenis 45 kediaman terjangkau di area dekat Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Unit contoh jenis 45 kediaman terjangkau di area dekat Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

"Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak Prabowo bisa berjamu ke sini didampingi oleh Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman) dan Pak Bobby (Dirut KAI) kita memandang bahwa kelak apartemen nan kita bangun berbareng itu kelak kondisinya bagus. Jangan kelak berkarat, jangan kelak bocor-bocor. nan iba kan rakyat kita ya, nan mengeluarkan duit untuk membeli," kata Hashim.

Pengelolaan area juga perlu mempunyai struktur nan jelas agar persoalan pemeliharaan tidak menjadi tanggung jawab nan terpecah. Dengan jumlah penunggu nan besar, diperlukan wadah berbareng nan dapat mengatur kepentingan penunggu dan pengelola.

"Maka kelak ada pengelolaan bersama, mungkin kudu ada suatu badan alias entitas Pak Menteri, untuk dibentuk untuk nan mengelola untuk kepentingan bersama. nan kelak 3.700 pengguna dari BTN itu nanti, itu kudu kelak ada membentuk asosiasi, neighborhood association alias apa. So, ini pesan saya lantaran ini krusial sekali, krusial sekali, perawatan pemeliharaan," kata Hashim.

Hashim menilai proyek tersebut mempunyai kualitas nan membanggakan, mulai dari letak hingga rancangan bangunan. Karena itu, kualitas tersebut kudu dipertahankan setelah kediaman mulai dihuni masyarakat.

Ia juga memandang area tersebut berpotensi menjadi contoh pembangunan kediaman rakyat di pusat kota. Bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat, proyek ini dinilai dapat menunjukkan bahwa kediaman terjangkau juga dapat dibangun dengan kualitas nan baik.

"So saya kira itu saja ya nan saya prihatin, maintenance, konsep bagus sekali, mutu dari mockup luar biasa kita bangga. Desainnya luar biasa. Kalau kelak ada tamu-tamu negara dari luar negeri kita ajak ke sini kita berbangga. Ini untuk rakyat kita ya, ini luar biasa," ujarnya.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya