Hasil Ekshumasi Sutrimo Bakal Menjadi Alat Bukti Penyidik

42 menit yang lalu 2
Hasil Ekshumasi Sutrimo Bakal Menjadi Alat Bukti Penyidik Konferensi Pers di Mapolres Banyumas mengenai ekshumasi jenazah Sutrimo, Rabu (12/8)(MI/LIELIEK DHARMAWAN)

POLDA Metro Jaya melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo sebagai bagian dari proses penyidikan. Hasil ekshumasi nantinya bakal menjadi salah satu perangkat bukti dalam investigasi kasus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan ekshumasi Sutrimo dilakukan tim interogator berbareng tim master forensik, Rabu (12/8).

"Hari ini (12/8) kami dari tim interogator Polda Metro Jaya berbareng tim master forensik telah melakukan aktivitas ekshumasi atas jenazah atas nama Sutrimo," kata Iman di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, hari ini (12/8).

Menurut dia, perkara tersebut bermulai dari dua laporan polisi nan diterima Bareskrim Polri dan Polresta Bekasi mengenai meninggalnya Sutrimo. Karena letak kejadian berada di wilayah norma Polda Metro Jaya, kedua laporan tersebut kemudian dilimpahkan untuk ditangani Polda Metro Jaya.

"Dari hasil laporan penyelidikan tersebut, diduga ada satu peristiwa norma nan kemudian kami lakukan penyelidikan. Berdasarkan bukti permulaan nan cukup, kami melakukan proses penyidikan," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya penyidikan, polisi kemudian memutuskan melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab kematian sekaligus mengungkap kebenaran dalam perkara nan sedang ditangani.

Iman mengatakan, hasil ekshumasi bakal menjadi perangkat bukti bagi penyidik. Polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan tim forensik sebelum menentukan langkah investigasi selanjutnya.

"Harapannya dalam waktu nan tidak terlalu lama kami segera bisa memperoleh hasil dari aktivitas ekshumasi ini," katanya.

Iman menambahkan, laporan polisi dibuat setelah family dan masyarakat menemukan sejumlah perihal nan dinilai janggal mengenai proses setelah Sutrimo ditemukan. Menurut dia, kejanggalan tersebut mulai dirasakan sejak jenazah Sutrimo ditemukan di lokasi, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring hingga jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

"Di situlah pihak family memandang ada hal-hal nan janggal, sehingga pada akhirnya pihak family dan masyarakat juga membikin laporan polisi dan pengaduan kepada kami," ujar Iman.

Penyidik sekarang tetap menunggu hasil pemeriksaan forensik atas ekshumasi jenazah Sutrimo untuk memperkuat proses investigasi dan mengungkap secara terang perkara kematian Sutrimo. (H-4)

Selengkapnya