Heboh! 7 Personel AS Dikabarkan Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk

2 jam yang lalu 6
Heboh! 7 Personel AS Dikabarkan Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk Ilustrasi(Centcom)

TUJUH personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln nan tengah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah. Insiden tersebut disebut dipicu keresahan awak kapal mengenai perpanjangan misi dan belum adanya kepastian kepulangan.

Kantor buletin Iran, Tasnim, melaporkan bentrok terjadi di atas USS Abraham Lincoln ketika kapal perang tersebut tetap menjalankan operasi di kawasan. Kondisi kru disebut semakin tegang menyusul kekhawatiran mengenai perpanjangan masa pengerahan kapal.

Situasi memanas setelah seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke kapal untuk merespons keluhan para awak. Keluhan tersebut disampaikan setelah family personel menyuarakan keberatan atas penugasan USS Abraham Lincoln nan dinilai berjalan terlalu lama.

Penasihat tersebut dilaporkan mendapat reaksi keras ketika berbincang di hadapan para personel. Ia disebut dicemooh dan dilempari botol oleh sejumlah awak kapal.

Situasi kemudian berkembang menjadi bentrok bentuk antarpersonel. Kantor buletin Tasnim menyebut perkelahian tersebut melibatkan pisau dan sejumlah senjata tajam lainnya.

Dalam laporan nan sama, tujuh personel disebut tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Setelah kejadian, kondisi di atas kapal dilaporkan menjadi tegang dan tidak kondusif.

Namun, laporan mengenai jumlah korban tersebut perlu dikonfirmasi secara independen oleh otoritas Amerika Serikat.

Penugasan Panjang USS Abraham Lincoln

USS Abraham Lincoln disebut telah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beraksi di Samudra Hindia. Kapal induk tersebut dilaporkan menjadi bagian dari operasi militer AS di kawasan, termasuk misi menghadapi Iran.

Kapal tersebut juga tercatat telah berada di laut selama 208 hari berturut-turut. Durasi itu disebut sebagai periode pengerahan berkepanjangan terpanjang dalam sejarah operasional USS Abraham Lincoln.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan family personel. Pekan lalu, ratusan family personil Angkatan Laut AS dilaporkan berjumpa dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao.

Dalam pertemuan virtual nan digelar secara terpisah, family personel menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan mental, kelelahan, serta keselamatan personil family mereka nan tetap berada di kapal.

Sejumlah personel apalagi sebelumnya dilaporkan mencoba melompat ke laut lantaran frustrasi akibat belum mendapatkan kepastian mengenai kepulangan mereka.

Salah satu kasus disebut melibatkan suami Annabelle Loma. Ia dilaporkan selamat dari percobaan tersebut dan sekarang menjalani perawatan medis. "Dia takut," kata Loma.

Ia menjelaskan kondisi psikologis suaminya nan disebut semakin tertekan lantaran cemas bakal kehilangan pekerjaannya. "Dia berpikir dia bakal diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya lantaran dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Bukan itu nan semestinya dia khawatirkan saat ini," ujar Loma.

Pengganti USS Abraham Lincoln Disiapkan

Dalam pertemuan dengan family personel, Cao mengatakan Angkatan Laut AS tengah menyiapkan golongan serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.

Meski demikian, hingga sekarang belum ada agenda pasti mengenai pergantian tersebut. Pejabat militer AS menyebut info mengenai waktu pergantian tidak dapat diumumkan secara terbuka lantaran argumen keamanan operasional.

Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir nan berada di USS Abraham Lincoln tetap menjalani penugasan nan dimulai pada 21 November.

Kapal induk tersebut telah menjalankan misi selama lebih dari delapan bulan untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah mengenai bentrok dengan Iran.

Penugasan USS Abraham Lincoln pada awalnya diperkirakan berhujung pada Mei. Namun, masa pengerahan kemudian diperpanjang tanpa adanya tanggal kepulangan nan diumumkan kepada publik.

Perpanjangan tersebut menjadi sumber kekhawatiran bagi family personel nan mempertanyakan kondisi bentuk dan mental awak kapal setelah berbulan-bulan menjalani tugas di laut.

Jika laporan mengenai bentrok fatal di atas USS Abraham Lincoln benar, kejadian tersebut bakal menambah tekanan terhadap Angkatan Laut AS di tengah penugasan panjang dan meningkatnya tuntutan family agar para personel segera mendapatkan kepastian mengenai masa pemulangan mereka. (Z-2)

Selengkapnya