Robert Gilman Bebas dari Rusia, Trump Sebut tanpa Pertukaran Tahanan

1 jam yang lalu 2
Robert Gilman Bebas dari Rusia, Trump Sebut tanpa Pertukaran Tahanan Robert Gilman (kiri).(Newsweek)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Selasa (10/8) bahwa mantan Marinir AS, Robert Gilman, telah dibebaskan dari tahanan Rusia dan sedang dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa Kremlin setuju untuk membebaskannya atas dasar kemanusiaan setelah ada diskusi langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Gilman merupakan satu dari setidaknya 10 penduduk negara Amerika nan diketahui dipenjara di Rusia sebelum pembebasannya. Kasus ini menjadi salah satu titik ketegangan nan berkepanjangan antara Washington dan Moskow. Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa tidak ada pertukaran nan terjadi dalam proses pembebasan Gilman.

Melalui pernyataan di platform Truth Social, Trump menyebut bahwa Gilman dijadwalkan tiba di Pangkalan Bersama Andrews pada Selasa malam waktu setempat. Perwakilan manajemen bakal menyambut kepulangannya secara resmi. Trump juga menambahkan bahwa dia telah berbincang langsung dengan Gilman, nan hanya mempunyai satu permintaan saat mendarat, "Cheeseburger nan lezat."

Siapa Robert Gilman?

Robert Gilman, penduduk Massachusetts nan bekerja sebagai pembimbing bahasa Inggris, ditahan di Rusia sejak tahun 2022. Otoritas Rusia menuduhnya melakukan penyerangan terhadap seorang petugas polisi setelah suatu kejadian di dalam kereta api di kota Voronezh.

Pihak keluarga, termasuk ayahnya, Vladimir Gilman, membantah tuduhan tersebut. Mereka berdasar bahwa Gilman jatuh sakit saat kejadian dan tidak beriktikad menyerang petugas.

Sebelum mengajar di luar negeri, Gilman bekerja di Korps Marinir AS. Ia sempat mendirikan upaya pengajaran bahasa Inggris di Polandia dan sedang dalam perjalanan menuju Moldova untuk pekerjaan baru ketika penyakit memaksanya tinggal lebih lama di Rusia pada akhir 2021.

Selama masa penahanannya, Gilman menerima balasan tambahan mengenai dugaan penyerangan terhadap staf penjara, nan membikin masa hukumannya diperpanjang hingga 10 tahun.

Kondisi Kesehatan nan Memprihatinkan

Pembebasan Gilman terjadi di tengah kekhawatiran mendalam atas kondisi kesehatannya nan terus memburuk. Kelompok pembelaan Global Reach melaporkan bahwa Gilman sempat menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam kondisi stupor disosiatif dan kudu dipindahkan dari rumah sakit penjara ke akomodasi medis sipil.

Senator Ed Markey dari Massachusetts mengungkapkan bahwa Gilman dalam kondisi nyaris katatonik dan menderita pneumonia parah sebelum dibebaskan. Markey mengecam perlakuan otoritas Rusia nan disebutnya melakukan penyiksaan bentuk dan pemberian obat secara paksa terhadap Gilman.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Gilman dipulangkan menggunakan pesawat Departemen Luar Negeri dan bakal dievaluasi oleh personel medis selama penerbangan sebelum menerima perawatan lanjutan di Texas.

Analisis Geopolitik

Meskipun AS menyebut ini sebagai langkah kemanusiaan, sejumlah analis memandang adanya pertimbangan geopolitik. Brian Taylor, guru besar pengetahuan politik dari Universitas Syracuse, menilai keputusan ini mungkin merupakan upaya Putin untuk mencari muka di hadapan pemerintahan Trump, terutama menjelang obrolan potensial mengenai perang di Ukraina.

Di sisi lain, golongan Global Reach mendesak pemerintah untuk terus menekan Rusia agar membebaskan lima penduduk Amerika lainnya nan tetap ditahan, ialah Aleksandr Antonov, David Barnes, Olga Jezler, Andre Khachatoorian, dan Chuck Zimmerman, nan semuanya dilaporkan menghadapi masalah medis serius di penjara Rusia. (Newsweek/I-2)

Selengkapnya