Heboh Kasus Ioniq 5 Aa Juju, Hyundai Akhirnya Buka Suara

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Hyundai Motors Indonesia (HMID) buka bunyi mengenai polemik Hyundai Ioniq 5 milik influencer Aa Juju nan ramai di media sosial. Keluhan tersebut mencakup persoalan teknis kendaraan hingga pengalaman konsumen saat berkomunikasi dengan tenaga sales dan jasa purnajual.

Kasus ini mencuat setelah Aa Juju membagikan pengalamannya menggunakan Ioniq 5 nan dibeli secara tunai. Dalam sejumlah unggahan, dia mengeluhkan mobil nan sempat tidak dapat melakukan pengisian daya sigap alias fast charging, mengalami masalah setelah diparkir paralel dalam waktu lama, hingga kendaraan sempat mati.

Head of Public Relation (PR) PT Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat menyampaikan permintaan maaf perusahaan atas persoalan nan dialami konsumen tersebut.

"Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf nan mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi nan dialami oleh pengguna kami, baik mengenai pengalaman penggunaan produk maupun jasa dari tim sales & aftersales kami," kata Rouli kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/8/2026).

Persoalan kemudian berkembang ketika keluhan Aa Juju mengenai mobilnya turut berujung pada perdebatan dengan supervisor sales di salah satu dealer Hyundai. Video percakapan keduanya viral dan menuai perhatian publik, terutama mengenai kualitas pelayanan kepada konsumen.

Hyundai menyatakan persoalan tersebut sekarang menjadi perhatian perusahaan. Penanganan tidak hanya berangkaian dengan kondisi kendaraan, tetapi juga pengalaman pengguna selama berinteraksi dengan jaringan penjualan dan jasa purnajual Hyundai.

"Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan," ujar Rouli.

Di sisi lain, supervisor sales Hyundai nan terlibat dalam perdebatan dengan Aa Juju juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui sikap pelayanan nan ditunjukkannya tidak semestinya dan menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakannya.

Kasus ini menjadi sorotan lantaran persoalan kendaraan listrik tidak hanya berangkaian dengan performa kendaraan, tetapi juga pemahaman konsumen dan tenaga penjual mengenai karakter serta fitur mobil listrik. Terlebih, Ioniq 5 merupakan salah satu model kendaraan listrik Hyundai nan telah cukup lama dipasarkan di Indonesia.

Hyundai memastikan masukan konsumen menjadi bagian dari proses pertimbangan nan sedang berjalan. Perusahaan sekarang berupaya menelusuri persoalan secara menyeluruh sebelum menentukan penyelesaian untuk kasus tersebut.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya