ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Penutupan operasional Hotel Sultan memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap industri perhotelan di area Senayan dan sekitarnya. Lokasi hotel nan berada di jantung area Gelora Bung Karno selama ini menjadi salah satu pilihan utama bagi tamu korporasi maupun penyelenggara acara.
Colliers Indonesia menilai penutupan hotel tersebut tidak menghilangkan permintaan pasar. nan terjadi justru pergeseran tamu ke hotel-hotel lain nan berada di sekitar Senayan, Sudirman hingga area pusat upaya Jakarta.
"Kalau secara umum pasar hotel memang ada pengaruh dari dinamika pasar hotel di sekitaran Senayan dan sekitarnya. Tapi kita lihat dampaknya lebih ke pergeseran permintaan daripada hilangnya tamu," kata Head of Research Department Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam konvensi pers, Rabu (8/7/2026).
Sebagian besar tamu Hotel Sultan tetap memerlukan akomodasi ketika berjamu ke Jakarta. Karena itu, kebutuhan menginap bakal dialihkan ke hotel lain nan menawarkan akses serupa ke area GBK dan pusat bisnis.
Suasana gedung Hotel Sultan di Blok 15 Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (23/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Suasana gedung Hotel Sultan di Blok 15 Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (23/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kondisi ini berpotensi memberikan tambahan okupansi bagi hotel-hotel nan berada di sekitar lokasi. Terutama ketika berjalan konser musik, pertandingan olahraga alias aktivitas berskala besar di area GBK.
"Tamu nan sebelumnya menginap di Hotel Sultan pada umumnya tetap mempunyai kebutuhan akomodasi sehingga ada kecenderungan mereka bisa beranjak ke hotel-hotel lain nan ada di area sama alias letak nan tetap mempunyai akses dan kemudahan ke GBK dan SCBD," bebernya.
Meski demikian, Ferry menilai dampaknya tidak bakal terlalu besar pada hari-hari biasa. Jakarta tetap mempunyai pasokan hotel nan cukup banyak untuk mengakomodasi kebutuhan pasar.
Selain itu, perkembangan transportasi publik membikin tamu tidak kudu menginap di sekitar Senayan untuk menghadiri aktivitas di area tersebut. Hotel di Thamrin, Kuningan hingga Gatot Subroto tetap menjadi pengganti nan mudah dijangkau.
"Karena sekarang akses transportasi juga sudah semakin bagus, tamu-tamu itu jikalau ada keperluan di GBK tidak kudu menginap di wilayah Senayan," kata Ferry.
"Jadi intinya penutupan Hotel Sultan ini tidak mengurangi permintaan hotel di area tersebut tapi lebih mengubah pengedaran permintaan hotel ke hotel-hotel di sekitarnya," lanjutnya.
(fys/wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·