Wali Kota Sorong Septinus Lobat.(MI/Martinus Solo)
WALI Kota Sorong Septinus Lobat menegaskan pendidikan menjadi kunci membangun karakter dan menyiapkan generasi emas Papua di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan pengaruh media sosial.
Hal itu disampaikan Septinus dalam syukuran HUT ke-54 Klasis GKI Sorong di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (10/8).
Menurut Septinus, pemerintah dan gereja merupakan mitra strategis dalam membangun mental, spiritualitas, dan karakter masyarakat. Ia membujuk seluruh komponen masyarakat turut membina generasi muda agar tidak mudah terpengaruh akibat negatif media sosial.
Pemerintah Kota Sorong, lanjut dia, mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui program pendidikan cuma-cuma dengan anggaran sekitar Rp62 miliar setiap tahun. “Pembangunan manusia kudu dimulai dari pendidikan untuk membangun peradaban dan menyiapkan generasi emas Papua,” tegas Septinus.
Ia juga membujuk pemerintah wilayah di Tanah Papua mendukung pembangunan Pusat Pembinaan dan Pelatihan GKI di Tanah Papua di Saoka. Pusat tersebut diharapkan menjadi tempat pembentukan karakter sekaligus menyiapkan calon pemimpin gereja masa depan.
Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Andrikus Mofu mengatakan Klasis GKI Sorong saat ini menaungi 48 jemaat dan satu jemaat persiapan dengan jumlah penduduk jemaat lebih dari 60 ribu orang.
Namun, dia menyoroti tetap rendahnya tingkat kehadiran penduduk dalam aktivitas ibadah. Karena itu, info jemaat dinilai perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kehidupan iman. “Pendataan jemaat kudu diikuti dengan pemanfaatan info untuk memastikan kehidupan ketaatan jemaat tetap terpelihara,” ujar Andrikus.
KERJA SAMA
Ketua Klasis GKI Sorong Jeane Fonataba Haurissa mengatakan seremoni HUT ke-54 nan mengusung tema “Merawat Kebersamaan dan Mewujudkan Kepedulian” merupakan hasil kerja berbareng 49 jemaat, termasuk satu jemaat persiapan. “Keberhasilan seremoni ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari kerja berbareng beragam pihak,” kata Jeane.
Ketua Panitia HUT ke-54 Frengkie S. Laku melaporkan panitia dibentuk sekitar satu separuh bulan sebelum kegiatan. Rangkaian seremoni meliputi kunjungan kepada mantan Ketua Klasis, pasar murah, lari 5,4 kilometer, Cerdas Cermat Alkitab Bahasa Inggris, lomba ukulele, jumpa pendeta, dan Yosim Pancar.
Pasar murah menyalurkan 15 ton beras dan minyak goreng. Sementara lomba lari diikuti lebih dari 400 peserta dengan bingkisan perjalanan umrah dan kunjungan ke Yerusalem dari Gubernur Papua Barat Daya. “Seluruh rangkaian aktivitas terlaksana melalui kerja berbareng panitia, pemerintah wilayah dan para mitra,” tutur Frengkie.
Syukuran HUT ke-54 Klasis GKI Sorong dihadiri unsur pemerintah daerah, jejeran Klasis GKI Sorong, pendeta, majelis, penduduk jemaat, serta sejumlah pemangku kepentingan di Papua Barat Daya. (E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·