Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri)(Istimewa)
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY/Ibas), menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di tingkat parlemen. Menurutnya, jejaring majelis taklim mempunyai modal sosial besar nan perlu dikolaborasikan secara konkret dengan beragam kegunaan komisi di DPR RI.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat menerima jejeran Pimpinan Pusat BKMT nan dipimpin Ketua Umum Dr. Syifa Fauzia dalam forum Silaturahim Kebangsaan di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta.
"Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi kesempatan saling mendengar dan menguatkan. Aspirasi BKMT mempunyai banyak pintu untuk diperjuangkan di parlemen, mulai dari Komisi VIII, IX, X, hingga XI. Tugas kita adalah membikin pintu-pintu itu saling terhubung," ujar Ibas dalam keterangannya, Kamis (27/8).
Silaturahmi kebangsaan tersebut melahirkan sejumlah pendapat kolaboratif dari para personil DPR RI Fraksi Partai Demokrat nan hadir. Anggota Komisi VIII Nanang Samodra menawarkan program pendampingan sertifikasi legal self-declare bagi personil BKMT guna menyambut pemisah waktu tanggungjawab sertifikasi legal pada 18 Oktober 2026, nan berpotensi memberikan insentif sebesar Rp150.000 per produk bagi para pendamping.
Sementara itu, personil Komisi IX Cellica Nurrachadiana mendorong keterlibatan BKMT dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus memfasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal seperti ustaz dan pembimbing ngaji.
Dari sektor pendidikan dan pariwisata, personil Komisi X Bramantyo Suwondo menggagas penguatan pariwisata legal serta kerja sama dakwah antarnegara Muslim memanfaatkan jejaring majelis taklim.
Melengkapi perihal tersebut, Sekretaris Fraksi sekaligus personil Komisi XI Marwan Cik Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan penguatan kualitas spiritual dengan kemandirian ekonomi umat melalui pembinaan UMKM dan koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga mengenang dedikasi almarhumah Tuty Alawiyah dan almarhumah Ani Yudhoyono nan dinilainya konsisten memperjuangkan pemberdayaan perempuan, pendidikan, serta ketahanan keluarga.
Ia menekankan bahwa ketika wanita dan organisasi majelis taklim bergerak ke arah positif, maka family dan bangsa bakal ikut maju.
"Saya merasa ada estafet pengabdian dan kepedulian nan kudu kita lanjutkan. Mari jadikan BKMT sebagai sumber daya positif baik di lingkungan rumah, masyarakat, hingga media sosial untuk terus menghadirkan solusi bagi bangsa," pungkas Ibas. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·