IHSG Ditutup di Level 6.401,89

53 menit yang lalu 4
IHSG Ditutup di Level 6.401,89 IHSG.(MI)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat signifikan, dikarenakan pelaku pasar merespons sasaran disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2027.

IHSG ditutup menguat 100,12 poin alias 1,59% ke posisi 6.401,89. Sementara golongan 45 saham unggulan alias indeks LQ45 naik 5,12 poin alias 0,82% ke posisi 632,28.

"Defisit nan menyempit, ditambah adanya ekspektasi bakal pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 6%, tentu memenuhi ekspektasi angan pelaku pasar dan investor," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus namalain Nico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut Nico, terdapat laporan nan menarik dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada Jumat ini, nan mana pemerintah menargetkan untuk mempersempit defisit anggaran pada 2027, setelah adanya pengeluaran nan cukup besar untuk menjalankan program-program prioritas pada tahun ini.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 ditargetkan sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB) alias menurun dari APBN 2026 nan sebesar 2,68% terhadap PDB. Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 nan sebesar Rp689,1 triliun.

"Hal ini nan membikin IHSG pada akhirnya bisa ditutup menguat 1,59%, nan mana ini juga angan dari pelaku pasar dan penanammodal asing nan cemas terhadap disiplin fiskal kita. Menariknya, Pak Prabowo (Subianto) juga mengatakan bahwa disiplin fiskal kudu ada dalam setiap rupiah nan dibelanjakan," ujar Nico.

Kemudian, shopping negara pada 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, alias naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.

Sementara, inflasi pada 2027 bakal dijaga pada kisaran 2,5%, suku kembang Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan 6,9%, serta nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selanjutnya, nilai minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar AS per barel, lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

Dengan pertumbuhan nan lebih kuat dan APBN nan efektif, kemiskinan pada 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5%, dibandingkan sasaran APBN 2026 nan sebesar 6,5 sampai 7,5%.

Adapun tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87%, turun dari 4,44 sampai 4,96% di tahun 2026. Selain itu, rasio gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 sampai 0,367 dari sasaran tahun ini 0,377 sampai 0,380, serta indeks modal manusia meningkat menjadi 0,575.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap nyaman di area hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua alias sebelas sektor menguat dipimpin sektor daya nan naik sebesar 2,6%, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor prasarana nan naik masing-masing sebesar 1,55% dan 1,53%.

Adapun saham-saham nan mengalami penguatan nilai terbesar ialah TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN. Sedangkan saham-saham nan mengalami pelemahan nilai terbesar ialah BAIK, BABY, GRPM, DART dan BACH.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.729.000 kali transaksi dengan jumlah saham nan diperdagangkan sebanyak 31,12 miliar lembar saham senilai Rp12,43 triliun. Sebanyak 354 saham naik, 277 saham menurun dan 332 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,62% ke 68.732,00, indeks Shanghai menguat 0,01% ke 3.927,18, indeks Hang Seng menguat 1,10% ke 25.116,85, indeks Kospi menguat 2,42% ke 6.977,97, dan indeks Straits Times menguat 0,14% ke 5.727,79. (Ant/P-3)

Selengkapnya