IHSG Hari Ini Melesat 1,69 Persen Dipicu Aksi Bargain Hunting

42 menit yang lalu 1
IHSG Hari Ini Melesat 1,69 Persen Dipicu Aksi Bargain Hunting IHSG hari ini melonjak 1,69%.(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8) sore ditutup melesat 1,69% ke posisi 6.373,85. Penguatan signifikan ini dipicu oleh tindakan bargain hunting alias perburuan saham murah oleh penanammodal nan memanfaatkan koreksi tajam pada dua hari perdagangan sebelumnya.

IHSG menguat 105,97 poin, sementara golongan 45 saham unggulan alias indeks LQ45 juga naik 8,05 poin alias 1,29% ke posisi 633,84. Sepanjang hari, indeks konsisten bergerak di area hijau sejak pembukaan sesi pertama hingga penutupan perdagangan.

"Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya," ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta dilanaisr dari Antara, Rabu (12/8).

Selain tindakan beli di nilai rendah, pasar juga tengah mengantisipasi pengumuman resmi penyesuaian berat saham oleh MSCI Inc. nan dijadwalkan pada Kamis (13/8) awal hari. Muncul ekspektasi positif bahwa MSCI bakal mencabut status pembekuan (freeze) pada beberapa emiten asal Indonesia dalam tinjauan indeks Agustus 2026 tersebut.

Dari sisi esensial domestik, pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) turut memberikan kepastian bagi penanammodal lembaga mengenai arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Di sisi lain, penguatan indeks hari ini ditopang oleh saham-saham konglomerasi, sektor komoditas, dan teknologi.

Secara sektoral, sepuluh sektor menguat dipimpin oleh sektor prasarana nan melonjak 4,60%, disusul sektor daya (3,22%) dan peralatan baku (2,27%). Hanya sektor transportasi & logistik nan terkoreksi tipis 0,23%.

Sentimen dunia juga turut mendukung, di mana pelaku pasar menantikan rilis info inflasi Amerika Serikat periode Juli 2026 nan diproyeksikan melandai ke 3,4% (yoy). Hal ini memperkuat angan bahwa The Fed bakal bersikap lebih lenggang alias dovish.

Data perdagangan menunjukkan gelombang transaksi mencapai 2.067.000 kali dengan volume 32,68 miliar lembar saham senilai Rp17,35 triliun. Sebanyak 474 saham tercatat naik, 185 saham turun, dan 304 saham stagnan. (Ant/Z-10)

Selengkapnya