Foto kampanye Netanyahu.(Haaretz)
PARTAI Likud ketua Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu kontroversi setelah merilis iklan kampanye nan menyejajarkan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dengan para pemimpin Iran dan Hizbullah. Iklan tersebut muncul menjelang pemilihan umum Israel nan dijadwalkan berjalan pada Oktober mendatang.
Papan iklan nan ditayangkan di televisi nasional Israel tersebut menampilkan latar belakang hitam pekat dengan wajah Pemimpin Tertinggi Iran nan baru, Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem, dan Wali Kota Mamdani. Iklan itu disertai keterangan: "Mereka mau Netanyahu kalah. Jangan biarkan mereka menang."
Netanyahu sendiri mengunggah ulang gambar tersebut di media sosial dengan pesan singkat. "Jangan biarkan mereka menang."
Perselisihan mengenai Surat Penangkapan ICC
Langkah provokatif itu menyusul perselisihan publik antara Netanyahu dan Mamdani. Politikus Amerika Serikat tersebut sebelumnya mendesak pemerintah federal AS untuk menegakkan surat perintah penangkapan nan dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada tahun 2024 atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Mamdani secara terbuka menyatakan kepada The New York Times bulan lampau bahwa Netanyahu adalah seorang penjahat perang nan semestinya diadili di Den Haag. Meskipun AS bukan personil ICC, surat perintah tersebut membikin Netanyahu menjadi tersangka nan dicari secara internasional. Sekitar 124 negara personil ICC bertanggung jawab menangkapnya jika dia memasuki wilayah mereka.
Menanggapi pernyataan Mamdani, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menuduh sang wali kota melakukan antisemitisme dan mendukung Hamas. Netanyahu sendiri melabeli pernyataan Mamdani sebagai ujaran kebencian.
Dukungan Donald Trump
Di tengah tekanan internasional, mantan Presiden AS Donald Trump muncul memihak Netanyahu. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa Netanyahu tidak bakal ditangkap dalam corak apa pun selama berada di Amerika Serikat.
Netanyahu tetap mempertahankan hubungan dekat dengan Trump, apalagi melakukan kunjungan kenegaraan kedelapan nan berhistoris pada masa kedudukan kedua Trump di bulan Juli lalu, meskipun ada laporan ketegangan mengenai situasi di Timur Tengah.
Konteks Pemilu Israel
Pemilihan umum pada Oktober mendatang bakal menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan Netanyahu sejak serangan 7 Oktober, setelah sebelumnya proses pemilu sempat ditangguhkan.
Sebagai informasi, surat perintah penangkapan ICC nan dikeluarkan pada November 2024 menuduh Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang berupa penggunaan kelaparan sebagai metode peperangan dan serangan nan disengaja terhadap masyarakat sipil di Gaza. Netanyahu membantah keras semua tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan antisemit. (The Independent/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·