Imparsial Minta Polisi dan Komnas HAM Ikut Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

3 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Upacara pembukaan Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Foto: IG Kemhan

JAKARTA - Imparsial menilai investigasi atas meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih tidak cukup andaikan hanya melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra mengatakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) semestinya menggandeng Kepolisian dan Komnas HAM dalam mengusut kematian lima peserta tersebut.

"Imparsial memandang bahwa investigasi atas meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih tidak cukup andaikan dilakukan hanya dengan melibatkan Kementerian Kesehatan," kata Ardi, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut menyangkut hilangnya nyawa penduduk sipil dalam sebuah program nan diselenggarakan negara sehingga proses penyelidikan kudu dilakukan secara independen, transparan, dan akuntabel. "Oleh lantaran itu, Kementerian Pertahanan semestinya menggandeng pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan lantaran kematian lima peserta Latsarmil tersebut jelas merupakan kematian nan tidak wajar," ujarnya.

Baca juga: Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

Imparsial menilai pelibatan kepolisian diperlukan untuk mengungkap penyebab kematian serta memastikan ada alias tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Jika ditemukan dugaan tindak pidana, seperti kelalaian nan menyebabkan kematian alias adanya kekerasan, proses norma dinilai kudu ditingkatkan ke tahap investigasi sesuai ketentuan KUHAP.

Selengkapnya