Indonesia Belajar ke AS, Perkuat Ekosistem Olahraga

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memperkuat ekosistem olahraga dengan mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat (AS).

Dari partisipasi dalam IVLP tersebut, KOI berkeinginan memperkuat integrasi pembinaan atlet sejak usia muda, good governance, sport funding, sport marketing, serta peran bumi akademik sebagai pusat pembibitan dan pengembangan atlet.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai AS menjadi salah satu rujukan pembinaan olahraga. Alasannya, AS konsisten menempati tiga besar klasemen dalam setiap penyelenggaraan Olimpiade, bersaing dengan China dan Inggris Raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia bangsa besar dengan 280 juta masyarakat dan merupakan negara dengan populasi terbesar keempat setelah AS. Kita punya potensi, dan melalui IVLP, kami dapat memandang gimana AS membangun jalur pembinaan atlet dari scouting, usia muda, remaja, hingga elite, nan ditopang oleh ekosistem olahraga dan industri nan sudah sangat berkembang dan kuat," ujar Raja Sapta.

"Semua sektor, mulai dari kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, sport marketing, anti-doping, sport science, hingga entrepreneurship menjadi pilar-pilar ekosistem olahraga AS," ucap Raja Sapta menambahkan.

Menurut Okto, sapaan Raja Sapta, prestasi dalam olahraga memerlukan ekosistem nan kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga tidak bisa dibangun melalui pendekatan parsial.

"AS membangun olahraga sebagai ekosistem nan berjenjang, termasuk keterlibatan kampus sebagai talent pipeline atlet nasional melalui NCAA. Konsep pembinaan ini juga dapat diadopsi di Indonesia. Apalagi Bapak Presiden Prabowo mempunyai misi untuk memajukan bumi olahraga, dan memberi sinyal positif untuk pembinaan pelatnas jangka panjang."

"Apa nan kami dapat dari IVLP, bakal kami laporkan langsung kepada Bapak Menpora Erick Thohir, sehingga konsep nan baik dan relevan dapat dikaji, diadaptasikan, dan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan karakter olahraga Indonesia," kata Okto.

Dalam program IVLP ini NOC Indonesia mengunjungi empat negara bagian AS. Di Chicago, NOC Indonesia terlibat dalam penyelenggaraan jenis perdana Indonesian American Games nan diinisiasi oleh diaspora Indonesia.

Kemudian di Indianapolis, NOC berbincang dengan pembimbing renang Indiana University Ray Looze, mengunjungi Indiana University, akomodasi olahraga kampus, serta Indiana Sports Corp, organisasi nan berkedudukan dalam penyelenggaraan dan pengembangan event olahraga.

Banner Gempita Bola 2026

Di Colorado Springs, nan dikenal sebagai Olympic City, delegasi NOC Indonesia melakukan obrolan intensif dengan United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) dan United States Anti-Doping Agency (USADA), serta mengunjungi US Olympic & Paralympic Museum.

"Dari USOPC, kami mendapat banyak masukan positif, salah satunya model pendanaan nan ditopang oleh beragam sumber, mulai dari sponsorships, broadcasting rights, licensing, donations, hingga commercial partnerships, hingga private fundraising melalui foundation untuk menarik support dari high-net-worth individuals, filantropis, dan organisasi upaya sehingga bisa menciptakan fondasi financial sustainability nan kuat dalam mendukung Team USA," tutur Okto.

[Gambas:Video CNN]

(sry/nva)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya