Banyak ASN Dipecat, Seleksi CPNS 2026 Jadi Kebutuhan Pemerintah

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan urgensi dari penyelenggaraan seleksi CASN mulai 2026, termasuk untuk pengadaan CPNS.

Zudan mengatakan, kebutuhan ini menjadi strategis lantaran banyak ASN yang dipecat akibat pelanggaran disiplin, khususnya untuk susunan PPPK. Walaupun dia belum mengungkapkan jumlah ASN nan dipecat dan hubungan kebutuhannya mendatang.

"Jadi untuk kebutuhan tahun depan itu tes nya kudu sekarang lantaran ada masa calon pegawai, ada orientasi, ada persiapan," kata Zudan saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komite I DPD, dikutip Selasa (7/7/2026).

Selain itu, dia mengungkapkan, saat ini banyak kedudukan nan juga memerlukan susunan ASN bukan berasas perjanjian kerja, melainkan susunan PNS, seperti pembimbing alias dosen.

"Dan untuk jabatan-jabatan seperti pembimbing pengajar itu memang perlu kedudukan nan jangka panjang, jadi tidak berkarakter kontraktual, lantaran ini kedudukan fungsional nan mempersiapkan generasi jangka panjang," kata Zudan.

Terkait dengan masalah pemecatan ASN susunan PPPK, Zudan mengatakan, Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN) kudu mengambil keputusan itu lantaran banyak temuan bolos kerja.

"PPPK juga kudu ngerti, kudu giat kerja lantaran kami di BPASN setiap bulan selalu ada pemberhentian PPPK nan dipecat lantaran tidak masuk kantor, ini nan kudu kita sama-sama saling menjaga," ujarnya.

Zudan menegaskan perihal ini lantaran pemerintah juga menyadari, proses rekrutmen PPPK afirmasi 2024-2025 sesungguhnya tidak berbasis kebutuhan, nan sudah masuk itu hanya nan memenuhi persyaratan diangkat.

"Kenapa memenuhi persyaratan, lantaran ada nan tidak punya ijazah, sehingga kandas diangkat, ini nan dalam pergantian kontraknya ada nan dibuat satu tahun, tiga tahun, lima tahun," ungkap Zudan.

Karena itu pemerintah kata dia segera melakukan penataan alias perapian kembali susunan ASN pada tahun-tahun sekarang ini, lantaran sudah ada nan mulai lenyap kontraknya.

"Ini kan mulai ada keresahan-keresahan, saya pun berambisi lantaran situasi ekonomi seperti saat ini jangan sampai ada PHK massal diupayakan, sebisa mungkin PPPK ini diperpanjang dengan peningkatan-peningkatan kualitas," paparnya.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya