Indonesia Bullion Market Association Jadi Katalis Penguatan Industri Bullion

14 jam yang lalu 5
Indonesia Bullion Market Association Jadi Katalis Penguatan Industri Bullion Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA), Kamis (20/8/2026).(MI/Insi Nantika Jelita)

SATU tahun setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan aktivitas upaya bullion alias bank emas, Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi diluncurkan pada Kamis (20/8). Kehadiran IBMA diharapkan menjadi katalis penguatan industri bullion nasional sekaligus mendorong terciptanya pasar emas nan lebih efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menjadi langkah strategis setelah fondasi izin dan kelembagaan aktivitas upaya bullion dibangun. Selanjutnya, pengembangan diarahkan untuk menciptakan pasar nan lebih efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

"IBMA diharapkan menjadi katalis nan memperkuat kerjasama industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia," ujar Airlangga di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8).

Ia menjelaskan, Indonesia mempunyai potensi emas nan besar. Tantangannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan emas dikelola di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Ia menyebut, Pegadaian saat ini mengelola sekitar 153 ton emas, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) sekitar 20 ton. Di sisi lain, terdapat sekitar 1.800 ton emas masyarakat nan disebut tetap tersimpan secara informal alias 'di bawah bantal'.

"Kalau 20% saja dari 1.800 ton itu beranjak ke instrumen finansial alias perbankan, pertumbuhannya bakal luar biasa," katanya.

Airlangga menilai potensi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus mendukung kebijakan hilirisasi. Pemerintah juga berambisi dua penggerak utama bullion, ialah Pegadaian dan BSI, dapat mencatatkan pertumbuhan upaya secara double digit.

"Bullion ini menjadi sesuatu nan diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah dari hilirisasi di sektor tambang dan energi," ujar Airlangga.

Ketua IBMA sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan, IBMA ditargetkan menjadi akselerator dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional nan transparan dan berkekuatan saing global.

"Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bullion Indonesia nan kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional," ujar Selfie.

Menurutnya, penguatan ekosistem bullion diharapkan mendorong Indonesia tidak hanya menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan. Hal ini dinilai dapat memperluas investasi, memperdalam pasar keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, personil IBMA terdiri dari Pegadaian, BSI, Hartadinata Abadi, UBS Gold, Amman Mineral Internasional, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, Central Mega Kencana, Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), dan Laku Emas Indonesia.

Sekretaris Jenderal IBMA sekaligus Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, asosiasi bakal mendorong seluruh pelaku industri untuk masuk dan terintegrasi dalam ekosistem emas nasional. Selain itu, literasi dan edukasi mengenai investasi emas juga bakal diperkuat untuk memperluas inklusi masyarakat.

"Potensi emas kudu betul-betul terlihat dan menjadi bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia," ujar Anton. (E-4)

Selengkapnya