ilustrasi kebakaran rimba di Inggris.(Antara)
PEMERINTAH Inggris bakal menggelar rapat darurat dipimpin oleh Perdana Menteri Andy Burnham, Rabu (12/8) sore waktu setempat guna membahas sejumlah langkah penanggulangan terhadap gelombang panas ekstrem dan kebakaran hutan.
Seperti dilaporkan Sky News, mengutip ahli bicara instansi perdana menteri Inggris, rapat tersebut bakal menjadi nan pertama bagi Burnham memimpin rapat komite darurat pemerintah atau Cabinet Office Briefing Room A (COBRA).
"Kami menyadari sungguh beratnya musim panas ini, terutama bagi petugas pemadam kebakaran nan berjuang memadamkan kebakaran hutan, para petani nan bekerja di tengah kondisi kekeringan, serta staf NHS (sistem jasa kesehatan Inggris) di unit darurat gawat nan sangat sibuk," kata seorang ahli bicara Pemerintah Inggris.
"Kami bakal terus mengambil langkah-langkah nan diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat, melindungi pasokan air, dan melestarikan lingkungan," kata ahli bicara tersebut menambahkan.
Prakiraan cuaca menunjukkan suhu tinggi bakal terus bersambung di seluruh wilayah Inggris Raya. Suhu diperkirakan bakal mencapai 33 derajat Celcius pada Rabu dan berpotensi naik hingga 38 derajat pada Kamis (13/8).
Pada Juli lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat 2.877 kematian berlebih selama gelombang panas pada Mei dan Juni. Angka tersebut meningkat nyaris dua kali lipat dibandingkan dengan catatan kematian pada musim panas 2025, ialah 1.504 kematian.
Pada Kamis (30/7), kekeringan dinyatakan terjadi di Wales akibat kondisi nan memburuk lantaran suhu tinggi secara terus-menerus. Kekeringan juga terjadi di sekitar separuh wilayah Inggris pada Juli lalu, setelah curah hujan mencapai rekor terendah dan suhu tinggi berjalan dalam waktu lama. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·