Menkeu Purbaya(MI/Insi N J)
MENTERI Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah mengucurkan stimulus ekonomi tahap II sebesar Rp26,34 triliun, nan terdiri atas insentif pajak, magang dan vokasi, serta support pangan.
“(Stimulus) pada tahap kedua Rp26,34 triliun, untuk insentif pajak, transportasi, pembebasan biaya masuk LPG, magang, vokasi, dan support pangan,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 nan digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Jumat.
Berdasarkan paparan Airlangga, pemerintah mengucurkan Rp2,04 triliun untuk stimulus dan insentif tahap II. Stimulus dan insentif tersebut meliputi pajak penulis PPh Final Royalti khusus1,5 persen; potongan nilai transportasi libur sekolah dan Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk kereta api, Pelni, dan ASDP.
Lebih lanjut, stimulus dan insentif juga diberikan dalam bentuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik kepada 6 juta penumpang; bea masuk 0 persen untuk LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik; serta bea masuk 0 persen atas impor suku cadang pesawat.
Kemudian, pemerintah mengucurkan stimulus sebesar Rp6,26 triliun untuk magang dan vokasi, nan meliputi program magang dengan anggaran Rp4,14 triliun untuk 150 ribu peserta mulai Juli 2026; serta training vokasi dengan anggaran Rp2,12 triliun untuk peningkatan keahlian tenaga kerja.
Sasaran prioritas dari stimulus magang dan vokasi adalah 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK. Lebih lanjut, pemerintah mengucurkan stimulus support pangan senilai Rp18,04 triliun nan terdiri atas support beras 10 kg senilai Rp17,54 triliun untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli 2026; serta SPHP kedelai dengan anggaran Rp500 miliar bagi pengrajin tahu dan tempe untuk kuota 250 ribu ton.
“Pemerintah terus mendorong untuk menjaga daya beli dengan stimulasi nan dikeluarkan,” ujar Airlangga.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari APBN 2026 nan sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 nan sebesar Rp689,1 triliun.
Lebih lanjut, shopping negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, alias naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·