Ini Dia Jenis Kendaraan yang Tidak Akan Kena Pembatasan BBM Pertalite

54 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tidak semua kendaraan bakal terdampak rencana kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya Pertalite (RON 90). Pembatasan itu hanya menyasar kendaraan roda empat alias mobil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan nantinya pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli Pertalite seperti biasanya. Meski begitu, sampai saat ini pemerintah belum memberlakukan larangan baru alias pembatasan unik nan menyasar pemilik kendaraan roda dua dalam mengakses BBM subsidi tersebut.

"Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh Anda jadiin titel loh hati-hati ya makasih," kata Bahlil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa pembatasan BBM subsidi sebenarnya menyasar jenis kendaraan nan dianggap tidak layak menerimanya. Ia mencontohkan mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz sebagai kategori kendaraan nan semestinya tidak lagi menggunakan Pertalite.

"Jadi gini, kelak menyangkut pembatasan itu kelak kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu nan dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi," katanya.

Dalam kesempatan nan sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite, khususnya bagi golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi atas. Salah satu skema nan sedang dipelajari adalah membatasi subsidi bagi masyarakat nan masuk golongan desil 9 dan 10.

Menurut dia, pembatasan tersebut nantinya dapat dilakukan secara bertahap. Adapun, saat ini pihaknya tetap mempelajari sistem nan bakal digunakan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan dengan baik.

"Jadi tadi kita membahas kemungkinan penerapan pembatasan subsidi Pertalite untuk nan tingkat atas, mungkin desil 9, 10 agar kelak berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat memandang sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan begitu," ujarnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya