Ini Tujuan dari Latihan Perang Bersama RI-Tiongkok

1 jam yang lalu 3
Ini Tujuan dari Latihan Perang Bersama RI-Tiongkok ilustrasi latihan campuran RI-Tiongkok.(Antara)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa latihan campuran antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Tiongkok merupakan bagian dari diplomasi maritim dan pertahanan bilateral.

“Bagi Indonesia, hubungan semacam itu adalah bagian dari diplomasi maritim. Laut itu bukan hanya ruang nan menghubungkan negara-negara, tetapi juga adalah ruang untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (13/8).

Ia menyampaikan bahwa latihan passing exercise (passex) nan dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dengan Kapal AL Tiongkok Honghe adalah praktik nan lazim dilakukan oleh angkatan laut beragam negara saat kapal tempur mereka melintasi wilayah laut negara lain.

Jubir Kemlu mengatakan latihan campuran tersebut berkarakter sangat terbatas dan tidak ditujukan sebagai latihan pertempuran. “Passing exercise bukanlah latihan tempur,” tegasnya.

Yvonne memastikan bahwa latihan nan melangkah antara RI dan Tiongkok tersebut adalah sejalan dengan politik luar negeri bebas-aktif, seiring dengan upaya RI membina kerja sama dan hubungan konstruktif dengan beragam negara mitra.

Latihan semacam itu, kata dia, juga merupakan corak hubungan ahli antara TNI AL dengan angkatan laut negara sahabat, nan dalam perihal ini adalah Angkatan Laut China.

Kementerian Pertahanan Tiongkok sebelumnya mengatakan latihan campuran dengan TNI AL rampung pada Rabu pagi (12/8) waktu setempat, dengan seluruh materi latihan dilaksanakan di laut sebelah timur Pulau Taiwan nan menghadap Samudera Pasifik dan Laut Filipina.

Dalam laman Kemhan Tiongkok nan diakses ANTARA, Kamis, disebutkan bahwa kapal Honghe dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 membentuk susunan kapal dan melaksanakan latihan nan mencakup komunikasi di laut, manuver susunan kapal, pengisian perbekalan di laut, serta upacara pemisahan formasi.

Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan bahwa passex antara RI dan Tiongkok merupakan gambaran dari persahabatan antara angkatan laut.

"Passing exercise merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut bumi sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim nan melekat pada kapal perang," kata Tunggul.

Latihan tersebut berjalan di tengah pelayaran pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Indonesia usai merampungkan latihan berbareng dengan Angkatan Laut Rusia di Vladivostok. (Ant/P-3)

Selengkapnya