Pembuatan media pembelajaran berbasis gim RPG(MI/HO)
DUNIA pendidikan vokasi terus beralih bentuk mengikuti perkembangan teknologi digital. Salah satu terobosan terbaru datang dari SMK Bina Mandiri Tangerang, saat para guru mulai mengangkat teknologi permainan role-playing game (RPG) sebagai media pembelajaran di kelas. Inisiatif ini bermaksud untuk menciptakan suasana belajar nan lebih interaktif dan relevan bagi generasi z.
Selama periode Juli 2026, sekelompok pembimbing di sekolah tersebut mengikuti training intensif dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Pelatihan Teknologi Pembelajaran Berbasis Gim RPG untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Guru SMK Bina Mandiri Tangerang”. Program ini diselenggarakan oleh tim pengajar dan mahasiswa dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Bina Sarana Global.
Dukungan Hibah Kemdiktisaintek 2026
Kegiatan ini bukan sekadar training biasa, melainkan bagian dari skema Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat nan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2026. Pendanaan ini difokuskan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, ialah minimnya media pembelajaran nan bisa memicu minat belajar siswa di tengah gempuran distraksi digital.
Melalui pendekatan RPG, materi pelajaran nan biasanya dianggap berat alias membosankan dikemas ke dalam alur cerita, misi (quest), dan tantangan nan kudu diselesaikan oleh siswa. Hal ini memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif sembari berkedudukan dalam skenario tertentu nan relevan dengan kompetensi skill mereka di SMK.
Uji Coba dan Implementasi di Kelas
Setelah aplikasi gim pembelajaran rampung disusun oleh para guru, tahap berikutnya adalah pengetesan langsung kepada siswa SMK Bina Mandiri Tangerang. Uji coba ini menjadi krusial untuk mengukur efektivitas dan tingkat penerimaan siswa terhadap media baru tersebut.
Tujuan Uji Coba:
- Mengukur sejauh mana materi dalam gim dapat dipahami oleh siswa.
- Mengevaluasi aspek teknis dan user experience (UX) aplikasi.
- Menjadi bahan perbaikan bagi pembimbing sebelum diterapkan secara reguler dalam kurikulum kelas.
Mendorong Metode Mengajar Inovatif
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta pelatihan. Para pembimbing mengaku mendapatkan perspektif baru bahwa teknologi permainan tidak selalu berakibat negatif, tetapi justru bisa menjadi perangkat pedagogik nan efektif jika dirancang dengan tepat.
Dengan adanya training ini, diharapkan guru-guru SMK Bina Mandiri Tangerang tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi bisa menciptakan ekosistem belajar nan interaktif, inovatif, dan menyenangkan. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan vokasi agar lebih siap menghadapi tantangan industri dengan pola pikir nan imajinatif dan adaptif terhadap teknologi. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·