Instagram Luncurkan Fitur Notifikasi Pencarian Konten Berbahaya bagi Orangtua di Indonesia

5 jam yang lalu 4
Instagram Luncurkan Fitur Notifikasi Pencarian Konten Berbahaya bagi Orangtua di Indonesia Notifikasi dari IG kepada orangtua saat remaja melakukan pencarian mengenai bunuh diri.(MI/HO)

INSTAGRAM resmi memperkenalkan fitur perlindungan terbaru bagi pengguna remaja di Indonesia. Melalui pembaruan pada fitur pengawasan orang tua, platform di bawah naungan Meta ini bakal memberikan notifikasi otomatis kepada orangtua jika anak remaja mereka mencoba mencari istilah nan berangkaian dengan bunuh diri alias tindakan menyakiti diri sendiri secara berulang dalam waktu singkat.

Langkah ini diambil sebagai respons atas sensitivitas rumor kesehatan mental dan kekhawatiran orangtua terhadap aktivitas digital anak. Meskipun sebagian besar remaja tidak menggunakan IG untuk mencari konten rawan tersebut, fitur ini datang sebagai jaring pengaman tambahan.

Jika sistem mendeteksi upaya pencarian istilah terlarang, IG bakal memblokir hasil pencarian dan mengarahkan remaja ke pedoman serta jasa support profesional.

Mekanisme Kerja Notifikasi

Fitur ini dirancang untuk memberikan info nan relevan tanpa mengganggu privasi secara berlebihan. Notifikasi bakal dikirimkan melalui beragam kanal komunikasi agar orangtua dapat segera mengambil tindakan nan diperlukan.

Aspek Detail Fitur
Kanal Pengiriman Email, SMS, WhatsApp, dan Notifikasi In-App.
Pemicu Notifikasi Pencarian berulang istilah "bunuh diri", "menyakiti diri sendiri", alias frasa serupa dalam waktu singkat.
Konten Pesan Tampilan pesan penuh nan menjelaskan aktivitas pencarian dan akses ke pedoman ahli.
Tindakan Sistem Memblokir hasil pencarian dan mengarahkan pengguna ke jasa support lokal.

Keseimbangan Antara Keamanan dan Privasi

Dalam mengembangkan fitur ini, IG berkonsultasi dengan Suicide and Self-Harm Advisory Group untuk menentukan periode pemisah pencarian nan tepat. Tujuannya adalah agar notifikasi nan dikirimkan tetap efektif dan bermanfaat, tanpa membanjiri orangtua dengan peringatan nan tidak perlu.

Pihak IG mengakui bahwa prinsip kehati-hatian menjadi prioritas utama.

"Orangtua mungkin bakal sesekali menerima notifikasi meskipun sebenarnya tidak ada perihal berisiko nan perlu dikhawatirkan. Namun, kami dan para mahir meyakini bahwa langkah ini adalah titik awal nan tepat," tulis IG dalam keterangannya.

Penguatan Kebijakan Konten

Selain fitur notifikasi, IG menegaskan kembali kebijakan ketatnya dalam melarang konten nan mempromosikan alias mengagungkan tindakan menyakiti diri sendiri.

Meskipun konten pengalaman pribadi mengenai kesehatan mental tetap diizinkan untuk dibagikan sebagai corak support antarpengguna, konten tersebut tidak bakal ditampilkan kepada akun remaja, sekalipun mereka mengikuti akun pengunggahnya.

Untuk pencarian nan berangkaian dengan kesehatan mental secara umum namun tidak mengarah pada tindakan berbahaya, IG tetap bakal mengarahkan pengguna ke pedoman jasa bantuan. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan jasa darurat jika terdeteksi adanya akibat tinggi seseorang bakal melukai diri sendiri secara nyata.

Catatan: Fitur ini tersedia bagi orang tua dan remaja nan telah mengaktifkan fitur pengawasan (Supervision) di aplikasi Instagram.

(Z-1)

Selengkapnya