Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS

55 menit yang lalu 1
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga nan Tangkap Tentara AS Ilustrasi.(Magnific)

MILITER Iran secara resmi mengumumkan sayembara berhadiah bagi siapa pun nan sukses membunuh alias menangkap tentara Amerika Serikat (AS). Pengumuman ini menandai eskalasi ketegangan terbaru di tengah bentrok nan tetap berjalan antara Teheran dan Washington.

Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menyatakan pada Minggu (16/8) bahwa pihaknya menawarkan bingkisan setara dengan US$30.000 alias sekitar Rp535 juta (kurs Rp17.827) untuk setiap personel militer AS nan dilumpuhkan. Menariknya, Hatami menegaskan bahwa nilai bingkisan tersebut bakal dilipatgandakan jika tindakan tersebut dilakukan oleh seorang perempuan.

Menurut laporan instansi buletin negara IRNA, Hatami menyebut rencana ini disusun setelah ada banyak permintaan dari masyarakat untuk berperan-serta dalam upaya perlawanan terhadap kehadiran militer AS.

"Siapa pun nan membunuh alias menangkap dan menyerahkan personel militer kolonialis Amerika bakal menerima bingkisan setara dengan US$30.000 alias 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran," ujar Hatami. Ia juga menambahkan, "Perempuan Iran nan berani melakukan tindakan tersebut bakal menerima bingkisan dua kali lipat."

Konteks Konflik dan Operasi Militer

Meskipun pengumuman itu dikeluarkan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai pengerahan pasukan darat AS secara resmi di dalam wilayah Iran selama perang Timur Tengah berlangsung. Satu-satunya pengecualian adalah misi pengamanan pada bulan April lampau untuk mengevakuasi seorang penerbang Amerika nan jatuh.

Hatami tidak memberikan rincian spesifik mengenai letak alias waktu di mana penangkapan alias pembunuhan tentara AS tersebut diharapkan terjadi. Namun, dia kembali menegaskan tuntutan Iran agar AS segera meninggalkan Timur Tengah.

"Mereka tidak lagi mempunyai izin untuk memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, alias Selat Hormuz," tegasnya.

Catatan Perang Teheran-Washington:

  • Awal Konflik: Dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel menyerang Iran.
  • Misi Penyelamatan F-15: AS mengerahkan 200 tentara dan 170 pesawat untuk menyelamatkan petugas sistem senjata jet F-15 nan jatuh.
  • Kerugian Material: Dalam misi tersebut, Iran merusak pesawat A-10 milik AS, sementara AS terpaksa menghancurkan pesawat C-130 miliknya sendiri agar tidak jatuh ke tangan musuh.
  • Korban Jiwa: Sebanyak 17 personel militer AS tewas sejak awal perang, dengan kematian terbaru tercatat pada Juli di luar wilayah Iran (Yordania dan Irak).

Diplomasi nan Buntu

Perang sempat mereda melalui gencatan senjata pada April setelah 40 hari pertempuran sengit. Namun, kerangka kerja negosiasi tenteram nan disusun pada bulan Juni berhujung dengan kegagalan.

Sejak saat itu, Iran dan Amerika Serikat terus terlibat dalam baku tembak sporadis, terutama di wilayah Iran selatan dan sekitar Selat Hormuz. Kontak tidak langsung melalui mediator tetap terus berjalan, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda terobosan diplomatik.

Iran sendiri menetapkan daftar tuntutan untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk pembayaran tukar rugi perang oleh pihak Amerika Serikat. (AFP/I-2)

Selengkapnya