Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak melakukan tindakan militer baru terhadap wilayahnya. Teheran menegaskan bakal memberikan respons tegas jika Washington merealisasikan ancaman Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan lanjutan terhadap target-target Iran.
Peringatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam serangkaian pembicaraan telepon dengan pejabat senior dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Sabtu (1/8/2026). Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah militer Kuwait mengumumkan sukses menghancurkan drone-drone nan disebut diluncurkan Iran dan mengarah ke sejumlah akomodasi vital di negara tersebut.
Menurut laporan nan dikutip dari beragam pernyataan resmi Iran, Araqchi menegaskan bahwa negaranya siap merespons setiap tindakan militer nan dilakukan terhadap Republik Islam tersebut.
Dalam percakapan dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Araqchi menegaskan Iran bakal memberikan respons tegas terhadap setiap serangan.
Menurut akun Telegram resmi Araqchi, pembicaraan tersebut membahas akibat dari tindakan nan dianggap dapat mengganggu stabilitas kawasan.
Araqchi menyatakan Iran bakal merespons secara tegas setiap agresi dan tindakan-tindakan nan mengganggu stabilitas. Araqchi kemudian berbincang dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
Dalam percakapan tersebut, Iran memperingatkan bahwa serangan apapun nan dilakukan oleh AS dan Israel, alias keterlibatan negara-negara area dalam tindakan tersebut, bakal dibalas secara setimpal.
Araqchi menegaskan tindakan seperti itu bakal mendapatkan "respons nan sepadan".
Ketegangan meningkat lebih jauh setelah Nournews, media nan berafiliasi dengan badan keamanan tertinggi Iran, menerbitkan ancaman keras terhadap negara-negara penghasil daya di kawasan.
Media tersebut menyatakan bahwa andaikan AS menyerang prasarana daya Iran, maka Teheran bakal membalas dengan menyerang ladang minyak di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), serta ladang gas di Qatar dan Israel.
Nournews menulis "semuanya bakal dibakar hingga menjadi abu".
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan tetap percaya bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Dalam rapat kabinet di Camp David pada Jumat, Trump mengatakan para negosiator AS tetap mempunyai kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.
Ia menyebut beberapa tokoh nan terlibat dalam upaya diplomasi, termasuk menantunya Jared Kushner, utusan unik Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Namun Trump mengakui kepercayaannya terhadap Iran mulai berkurang.
Menurut Trump "Iran terlalu sering mengingkari janji." Adapun, tuduhan tersebut merupakan klaim nan selama ini juga kerap dilontarkan Iran terhadap Amerika Serikat.
Meski tetap membuka ruang negosiasi, Trump tetap memperingatkan bahwa dirinya siap mengambil tindakan militer.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·