ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Hal ini terjadi setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal balistik ke pusat komando militer Amerika Serikat (AS) di area Asia Barat dan Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania.
Dalam pernyataan nan dikutip instansi buletin Fars, Kamis, IRGC menyebut Pasukan Dirgantaranya menembakkan 10 rudal balistik ke dua sasaran tersebut. Iran apalagi menyatakan serangan itu sukses "menghancurkan" kedua akomodasi militer.
Mengutip Anadolu, Jumat (10/7/2026), IRGC juga melontarkan ancaman kepada Washington. Mereka menegaskan bahwa jika militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, maka pangkalan-pangkalan militer AS lainnya di area Timur Tengah bakal menjadi sasaran berikutnya.
"Jika agresi tentara teroris AS kembali terjadi, pangkalan-pangkalan AS lainnya di area tidak bakal luput dari serangan berat kami," demikian pernyataan IRGC.
Namun, klaim Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga sekarang belum ada konfirmasi dari pihak militer AS mengenai kerusakan nan diklaim Teheran.
Di sisi lain, pemerintah Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya sukses mencegat sebagian besar rudal nan mengarah ke wilayahnya. Sementara itu, militer Yordania mengatakan sedikitnya delapan rudal nan ditembakkan dari Iran sukses dihancurkan sebelum mencapai target.
Serangan terbaru ini menjadi babak lanjutan eskalasi bentrok antara Iran dan AS nan dalam beberapa hari terakhir terus saling melancarkan operasi militer. Sebelumnya, militer AS mengaku telah menyerang sekitar 170 sasaran militer Iran, termasuk akomodasi nan disebut digunakan untuk mendukung operasi terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Konflik tersebut juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas area Timur Tengah dan keamanan jalur daya global. Selat Hormuz nan berada di area Teluk merupakan jalur strategis nan dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi militer berpotensi mendorong kenaikan nilai daya dan meningkatkan volatilitas pasar finansial global.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·