Iran Rombak Jajaran Militer, Mojtaba Khamenei Tunjuk Panglima Baru

1 jam yang lalu 5
Iran Rombak Jajaran Militer, Mojtaba Khamenei Tunjuk Panglima Baru Suasana Iran(AFP)

PEMIMPIN Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei melakukan perombakan jejeran militer dengan menunjuk Mayor Jenderal Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata dan Ahmad Vahidi sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Langkah ini menjadi pengangkatan krusial pertama Mojtaba sejak memimpin Iran.

"Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata," demikian bunyi pernyataan resmi nan dipublikasikan di situs resmi IRGC, Senin (10/8).

Sebelum mendapat kedudukan baru, Abdollahi menjabat sebagai ketua Khatam Al Anbiya, komando operasional lintas matra Iran. 

Selain memimpin staf angkatan bersenjata, dia juga mendapatkan mandat untuk menyelesaikan proses integrasi antara angkatan bersenjata Iran dan Khatam Al Anbiya.

Penunjukan Abdollahi dilakukan pada hari nan sama ketika Mojtaba menunjuk Ahmad Vahidi sebagai Panglima IRGC.

"Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal," demikian pernyataan resmi Mojtaba dilansir Anadolu, Selasa (11/8).

Pengangkatan Abdollahi dan Vahidi menjadi langkah awal Mojtaba Khamenei dalam menentukan jejeran elite militer Iran setelah dirinya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi. Ia menggantikan ayahnya nan dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari.

Selain kedua tokoh tersebut, Mojtaba juga mengumumkan sejumlah pergantian di struktur militer Iran. Kioumars Heydari ditunjuk sebagai wakil kepala staf angkatan bersenjata, sedangkan Mostafa Izadi dipercaya menjadi wakil panglima tertinggi IRGC.

Jabatan lainnya diberikan kepada Ali Azmaei sebagai komandan Angkatan Laut IRGC dan Hossein Taeb sebagai kepala Organisasi Basij IRGC.

Perintah Perkuat Kemampuan Militer

Dalam dekrit nan dikeluarkannya, Mojtaba Khamenei memerintahkan jejeran militer Iran untuk terus meningkatkan keahlian pertahanan dan kekuatan tempur negara tersebut.

Dia menyampaikan bahwa pengembangan keahlian militer nan berkepanjangan dan komprehensif guna membangun daya tangkal alias deterrence pada tingkat maksimal.

Mojtaba juga menekankan perlunya kesiapan menghadapi bentrok dan memerintahkan militer Iran untuk mempunyai keahlian melakukan operasi ofensif nan luar biasa terhadap musuh.

Selain peningkatan keahlian ofensif, pemimpin tertinggi Iran tersebut meminta penguatan sistem pertahanan dan keamanan nan menyeluruh serta menggunakan teknologi terkini.

Angkatan Bersenjata dan Basij juga diperintahkan meningkatkan kesiapan menghadapi beragam corak ancaman, mulai dari ancaman militer konvensional hingga ancaman modern, kognitif, dan hibrida.

Mojtaba menekankan pentingnya keahlian memberikan respons nan efektif terhadap seluruh tingkatan ancaman tersebut. 

Instruksi ini menunjukkan konsentrasi kepemimpinan baru Iran untuk memperkuat struktur komando dan kesiapan militer di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dengan Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah kekuatan regional. (Z-2)

Selengkapnya