Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen

1 hari yang lalu 3
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen Suasana di Lapangan Azadi, Teheran, Iran pada 24 Juli 2026.(Anadolu)

PEMERINTAH Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, tetap ditutup bagi lampau lintas internasional. Keputusan ini tetap bertindak meskipun Teheran dan Oman tengah mendiskusikan pembentukan koridor pelayaran sementara serta proyek pembersihan ranjau di area tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut sepenuhnya berjuntai pada kepatuhan Amerika Serikat (AS) terhadap komitmen internasional dan penghentian bentrok bersenjata. Ia menegaskan tidak ada kapal militer asing nan diizinkan melintas, sementara kapal komersial bakal berada di bawah pengawasan ketat otoritas Iran.

"Kami menutup Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat memberlakukan blokade ekonomi lantaran mereka kandas memenuhi komitmen berasas nota kesepahaman," ujar Gharibabadi sebagaimana dikutip dari instansi buletin IRNA, Rabu (26/8).

Syarat Pembukaan dan Peran Oman

Teheran menetapkan sejumlah syarat absolut bagi Washington sebelum akses selat vital tersebut dipulihkan, di antaranya:

  • Pelaksanaan seluruh komitmen internasional nan dinilai telah dilanggar AS.
  • Penghentian perang dan pencabutan blokade ekonomi.
  • Penyelesaian krisis politik dan kemanusiaan di Yaman.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus melangkah melalui pertemuan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di Teheran. Kedua negara sedang menyusun kerangka berjenjang untuk membentuk koridor navigasi sementara dan sistem pembersihan ranjau.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, berambisi koridor sementara ini dapat segera diumumkan sebagai langkah awal menuju solusi permanen. "Pengelolaan selat pada masa mendatang dan solusi permanen bakal menyusul pada waktunya setelah kesepakatan sementara berjalan," ungkapnya.

Dampak Global dan Tekanan Sanksi AS

Selat Hormuz merupakan urat nadi daya dunia nan menyalurkan sekitar seperlima dari total ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan di jalur ini telah memicu volatilitas pada pasar daya internasional sejak ketegangan antara Iran, AS, dan Israel meningkat.

Sektor Sanksi Baru AS Cakupan Wilayah Entitas Terkait
Aset Digital & Teknologi Uni Emirat Arab
Emas & Logam Mulia Hong Kong & Tiongkok
Penerbangan & Pelayaran Singapura & Eropa

Menanggapi sikap keras Iran, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan ekspansi hukuman sekunder. Langkah ini bermaksud untuk mengisolasi Teheran secara ekonomi dan memaksa penghentian perlawanan. Sanksi tersebut menyasar beragam sektor mulai dari teknologi hingga aset digital, serta entitas di beragam negara nan tetap menjalin hubungan jual beli dengan Iran.

Terkait rumor keamanan, Gharibabadi membantah klaim mantan Presiden AS Donald Trump nan menyebut ranjau di perairan internasional telah dibersihkan. Ia memperingatkan bahwa Iran tidak bakal ragu menyerang kapal penyapu ranjau AS nan mencoba memasuki area tersebut tanpa izin. (AFP/I-1)

Selengkapnya