ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi militer campuran nan diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dinilai kandas total dalam mengubah keseimbangan strategis di area Timur Tengah. Kegagalan operasi tersebut justru menempatkan posisi geopolitik Iran menjadi jauh lebih kuat dan dominan dibandingkan dengan kondisi mereka sebelum bentrok bersenjata itu pecah.
Mengutip laporan RT, Rabu (1/07/2026), konklusi menohok tersebut diungkapkan oleh analis geopolitik terkemuka sekaligus penyunting senior keamanan nasional di 19FortyFive, Brandon Weichert. Ia menilai kampanye militer intensif nan digalang oleh Washington sama sekali tidak memberikan untung strategis nan berfaedah bagi pihak Barat maupun sekutunya di lapangan.
"Perang 96 jam telah berubah menjadi perang 120 hari lebih, dan tidak ada satu pun tindakan nan telah kita lakukan sukses mengubah perihal tersebut," kritik Weichert dalam program Sanchez Effect di laman tersebut.
Kegagalan capaian militer ini mencuat di tengah sinyal membingungkan nan terus dikirimkan oleh Washington dan Teheran mengenai kelanjutan draf kesepakatan tenteram sementara mereka. Sejauh ini, kedua pihak tetap dalam posisi nan tetap bersikeras soal kemauan masing-masing untuk melanjutkan perdamaian, utamanya soal nuklir dan Selat Hormuz.
Walau Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi diharapkan tetap berjalan, otoritas Iran berkeras menolak agenda pertemuan bilateral tingkat tinggi. Perundingan teknis tingkat rendah hingga saat ini terpaksa dilakukan secara terpisah di Doha dengan mengandalkan peran mediator dari pemerintah Qatar.
Berdasarkan draf kesepakatan awal, Israel sebenarnya diwajibkan untuk menarik mundur pasukannya secara berjenjang dari wilayah Lebanon selatan seiring langkah draf perlucutan senjata milisi Hizbullah oleh pemerintah Lebanon.
Namun, penerapan draf tenteram buatan AS ini mentah kembali setelah Hizbullah menolak keras patokan tersebut, nan langsung disusul oleh tindakan saling tembak rudal di perbatasan hingga kian menyulitkan prospek perdamaian permanen.
(tps/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·