Tank Israel(Al Jazeera)
PEJABAT senior Israel menegaskan bahwa tentara mereka (IDF) tak bakal bergeser satu sentimeter pun dari posisi mereka saat ini jika Hamas belum betul-betul melucuti senjatanya sampai bersih.
Sebaliknya, Hamas juga tak mau kalah gertak. Kelompok perlawanan Palestina itu menegaskan baru bakal menyerahkan senjata berat mereka jika Israel menghentikan seluruh agresinya dan angkat kaki total dari tanah Gaza.
Adu urat saraf ini terjadi justru setelah Donald Trump menyatakan bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) sudah mengantongi kesepakatan untuk melucuti senjata Hamas. Trump apalagi pede bilang jika pihak Israel "sangat senang" dengan draf kesepakatan itu dan menyebutnya sebagai "langkah raksasa buat Timur Tengah".
Menteri Keamanan Nasional Israel nan dikenal bergolongan sayap kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, langsung menyemprot draf itu dan menyebutnya sama sekali tak bisa diterima.
Peta jalan perdamaian 20 poin ini sebenarnya diniatkan buat mengakhiri penderitaan penduduk Gaza. Rencananya, senjata Hamas bakal diserahkan ke Dewan Perdamaian, pasukan Israel mundur bertahap, dan rekonstruksi Gaza dimulai.
Israel enggan mundur dari pemisah Yellow Line, area nan membikin mereka menguasai lebih dari 60% wilayah Gaza, sebelum Hamas menyerahkan senjata. Sementara Hamas menuntut agunan kemerdekaan Palestina dan penghentian serangan sebagai nilai meninggal sebelum melangkah lebih jauh.
Bagi 2 juta penduduk Gaza nan terombang-ambing di pengungsian, drama politik ini bikin dada makin sesak. "Setiap kali dengar ada berita gencatan senjata, kita selalu berambisi perang beneran berakhir. Tapi pas janji itu patah lagi, rasa takutnya makin jadi," curhat Tala (18), seorang mahasiswi nan terpaksa tinggal di tenda pengungsian usai rumahnya hancur dihantam bom.
Perang di Gaza pecah menyusul serangan nan dipimpin Hamas ke Spanyol/Israel selatan pada 7 Oktober 2023 nan menewaskan sekitar 1.200 orang dan menahan 251 lainnya. Serangan jawaban militer Israel hingga sekarang telah menewaskan lebih dari 73.290 jiwa di Gaza, berasas info Kementerian Kesehatan setempat.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·