Jadi Etalase Wisata Dunia, Garut International Kite Festival Dihadiri 13 Negara

1 jam yang lalu 4
Jadi Etalase Wisata Dunia, Garut International Kite Festival Dihadiri 13 Negara Ilustrasi(Dok Diskominfo Garut)

PEMERINTAH Kabupaten Garut mendukung penyelenggaraan Garut International Kite Festival (GKF) di teras Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat Sabtu (1/8/). Event berskala internasional tersebut, menyedot ribuan visitor dan sekaligus menjadi arena promosi wista serta penguatan pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi dan kerjasama seluruh pihak dari PT Menara Graha 165, Asgar Jaya, Desa Emas Indonesia termasuknya keterlibatan Majlis Pelayang Malaysia. Kabupaten Garut komitmen mendukung event serupa di masa mendatang, dan event ini diinisiasi secara berdikari oleh penyelenggara event organizer.

"Pemerintah wilayah Kabupaten Garut siap memfasilitasi peningkatan aksesibilitas dan perbaikan prasarana pendukung demi memberikan akibat ekonomi, sosial nan lebih luas. Saya berambisi ke depan lebih dikenal di organisasi internasional, bukan hanya organisasi pelayang tapi ada off-roader dan paling krusial menyiapkan budaya kita agar diterima 13 negara," ujar, Abdusy Syakur Amin, Minggu (2/8/2026).

Sementara, Panitia penyelenggara, Hariyo Puguh Witjaksono, mengungkapkan antusiasme penduduk dan peserta sangat luar biasa berasas info jumlah visitor menembus nomor 4.300 orang. Pemilihan letak dilakukannya di pegunungan Garut, dan bermaksud untuk menciptakan destinasi baru nan unik guna menarik visitor mancanegara sekaligus memperkenalkan keelokan Garut ke panggung dunia.

"Garut International Kite Festival (GKF) di Papandayan, Kecamatan Cisurupan datang mulai dari 13 negara seperti Swedia, China, Jepang, Switzerland, Thailand, Singapura, Prancis, Belgia, Korea, Filipina, Malaysia, Italia, Indonesia berasal dari Jawa Barat, Bali, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta," katanya.

Presiden Majlis Pelayang Malaysia (MPM), Datuk A. Rahim Nin, menyampaikan kekaguman terhadap keelokan alam dan udara sejuk pegunungan Garut dan tempat pertama di gunung bukan saja cuaca tetapi keadaan alam sungguh cantik, rasa kondusif dan merasa tenang berada disini. "Saya dapat respon daripara pelayang tempat ini sangat menarik, dan dapat bermain layang dengan cuaca segar, sejuk, dingin saya dari Malaysia semuanya terdiri dari 10 orang," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asgar Jaya, Dadang Waldiman mengatakan, seni bermain layang-layang tidak hanya sekadar hiburan, tapi juga sarat bakal filosofi hidup. "Apabila kita bermain layang-layang tentu mengajarkan kita tentang keseimbangan, mengendalikan diri, berpijak di bumi ini dan berproses untuk mencapai nan tertinggi tetap berpijak," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya