ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemenangan di Sirkuit Sachsenring tahun lampau membuat Veda Ega Pratama punya pedoman balapan di Moto3 Jerman 2026.
Veda merupakan pembalap debutan di arena Moto3, namun remaja 17 tahun itu sudah punya pengalaman balapan di Sachsenring.
Tahun lampau Veda menjalani race 1 dan 2 di seri Sachsenring dalam kejuaraan Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Hasilnya Veda finis keempat pada race pertama dan menjadi juara pada race kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal pengalaman tersebut, Veda punya pedoman menggeber motor NSF250RW pada Moto3 kali ini.
"Tahun lampau saya balapan di sini di Rookies Cup. Pengalaman saya hanya dua balapan di Rookies Cup dan saya begitu menikmati lintasan ini. Saya tidak tahu pasti saya begitu menyukai sirkuit ini, mini tidak terlalu panjang."
"Tapi dengan motor Moto3 ada sedikit perbedaan lantaran lebih punya tenaga dan saya rasa bannya sama seperti Rookies Cup dan saya kudu menjaga ban lantaran ada tenaga lebih itu tadi makanya kami kudu lebih presisi, tapi ya saya suka sekali trek ini," jelas Veda dalam wawancara nan disiarkan situs resmi MotoGP.
Veda bisa menjadi nan tercepat dalam sesi practice Moto3 Jerman 2026 dengan catatan waktu 1 menit 25,848 detik.
Veda pun menyatakan puas atas perubahan hasil nan signifikan pada sesi practice dibanding FP1.
"Ya itu adalah sesi nan sangat baik, sesi sore nan baik. Hasil nan bagus buat saya setelah FP 1 saya berjuang keras," ucap Veda.
"Setelah FP1 kami berbincang dengan tim dan kami berupaya untuk memperbaiki hal-hal mana saja saya tetap bisa diperbaiki," ujarnya.
"Di sesi practice saya dapat setelan motor nan lebih baik dan saya lebih nyaman, lebih percaya diri. Ya itu sesi nan bagus, saya sangat senang," kata Veda melanjutkan.
Menjadi nan tercepat pada saat sesi practice tidak membikin Veda puas. Juara Asia Talent Cup 2023 itu tahu tetap banyak perihal nan bisa ditingkatkan guna meraih hasil lebih baik lagi.
"Tapi catatan waktu tahun lampau lebih bagus, tetap lebih sigap satu detik jadi itu berfaedah kami tetap kudu bekerja pada besok hari lantaran kami mau lebih baik lagi. Saya bakal bekerja keras besok dan lihat gimana besok."
"Banyak perihal nan kami bisa benahi lantaran trek ini bukan trek nan mudah, dan kondisi saya tidak tahu kondisi tahun lalu, tapi kita lihat besok. Biasanya juga kami mengecek info dan dari situ kami bakal tahu perihal nan kudu diperbaiki lantaran kami mendapat info nan bagus dari Taiyo [Furusato] musim lalu," tuturnya.
(nva/ptr)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·