Ilustrasi(magnifik)
PENYAKIT jantung kerap menjadi kekhawatiran ketika salah satu personil family pernah mengalaminya. Pertanyaan nan kemudian muncul cukup sederhana, tetapi penting: jika ayah, ibu, alias kerabat mempunyai penyakit jantung, apakah kita otomatis bakal mengalami kondisi nan sama?
Jawabannya, tidak selalu. Namun, riwayat family memang dapat membikin akibat seseorang menjadi lebih tinggi.
Genetik Bisa Memengaruhi Risiko
Menurut JIH-CardiaCare, Heart and Vascular Centre, akibat penyakit jantung merupakan hasil kombinasi antara aspek genetik, style hidup, dan kondisi kesehatan seseorang. Pengaruh genetik menjadi perhatian lebih besar andaikan orang tua alias kerabat kandung mengalami penyakit jantung pada usia relatif muda.
CardiaCare menyebut riwayat penyakit jantung pada orang tua alias kerabat kandung sebelum usia 55 tahun pada laki-laki alias 65 tahun pada wanita sebagai salah satu kondisi nan perlu diperhatikan. Salah satu contoh gangguan nan dapat berangkaian dengan aspek genetik adalah hiperkolesterolemia familial, ialah kondisi nan menyebabkan kadar kolesterol tertentu sangat tinggi dan dapat meningkatkan akibat penyakit jantung.
Meski begitu, genetik bukan satu-satunya cerita.
Kebiasaan Keluarga Juga Berpengaruh
Lingkungan tempat seseorang tumbuh dapat ikut membentuk kebiasaan nan berakibat pada kesehatan jantung. Pola makan tinggi lemak, kurang bergerak, hingga kebiasaan merokok dapat meningkatkan aspek akibat penyakit jantung.
Artinya, seseorang mungkin mempunyai riwayat family nan kurang baik, tetapi tetap dapat mengambil langkah untuk menekan risikonya. Sebaliknya, seseorang tanpa riwayat family pun tetap bisa mengalami penyakit jantung andaikan mempunyai banyak aspek akibat nan tidak terkontrol.
Karena itu, mengetahui riwayat kesehatan family sebaiknya menjadi sirine untuk lebih peduli, bukan argumen untuk merasa pasti bakal sakit.
Mulai Menjaga Jantung Sejak Sekarang
JIH-CardiaCare merekomendasikan beberapa langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Pola makan dapat diperbaiki dengan mengurangi lemak jenuh dan memperbanyak makanan berserat seperti sayur serta buah.
Aktivitas bentuk juga perlu menjadi bagian dari rutinitas. CardiaCare merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga setiap minggu, misalnya melangkah sigap alias bersepeda. Selain itu, berakhir merokok dan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, serta gula darah secara berkala juga krusial untuk mendeteksi aspek akibat lebih dini.
Jadi, mempunyai family dengan riwayat penyakit jantung bukanlah sebuah vonis. Justru, info tersebut bisa menjadi pengingat untuk mulai menjaga jantung lebih serius. Semakin awal aspek akibat dikenali dan dikendalikan, semakin besar kesempatan untuk mempertahankan kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Sumber: Cardiacare









English (US) ·
Indonesian (ID) ·