Jelang Aksi 27 Agustus, Aliansi Anak Bangsa Tasikmalaya Dukung Jakarta Tetap Aman

57 menit yang lalu 2
Jelang Aksi 27 Agustus, Aliansi Anak Bangsa Tasikmalaya Dukung Jakarta Tetap Aman Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya menyerukan unjuk rasa tenteram nan bakal berjalan 27 Agustus mendatang di Jakarta.(MI/KRISTIADI)

RATUSAN penduduk nan tergabung dalam Gerakan Pendukung Presiden Prabowo (GEMPAR), Gerakan Ajengan Muda (GAM), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) sepakat membentuk Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Aliansi menyerukan agar masyarakat tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan kedewasaan berdemokrasi.

Koordinator Aliansi Anak Bangsa, Farhan Abdul Azis mengatakan, jelang tindakan nan bakal dilakukan 27 Agustus di Jakarta, penduduk Tasikmalaya sepakat menolak perusuh membikin kegaduhan dan ketertiban. Aliansi Anak Bangsa menyerukan agar aspirasi masyarakat dilakukan lewat demonstrasi tidak disusupi pihak-pihak nan tidak bertanggung jawab.

"Jelang tindakan demontrasi 27 Agustus di Jakarta, kami menyerukan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan ketertiban. Kami tidak mau membungkam aspirasi, tapi jangan sampai demonstrasi terprovokasi oleh pihak nan mau Indonesia kacau," ujarnya, Selasa (25/8).

Menurut Farhan, Aliansi Anak Bangsa terdiri dari masyarakat pedagang, petani, pemuda, tokoh agama, dan ajeungan muda. Aliansi menginginkan kedamaian, dan mendukung seluruh program pemerintah nan direncanakan  oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Kami tidak mau tindakan di Jakarta dimanfaatkan oleh golongan nan menyimpang dari substansi. Kami mengimbau masyarakat agar tak terpancing penyelundup nan memanfaatkan tindakan unjuk rasa untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kami mendoakan agar unjuk rasa mendukung RUU Perampasan Aset dan balasan meninggal bagi koruptor itu melangkah lancar dan damai," katanya.


DUKUNG PROGRAM PEMERINTAH

Sementara itu, Ketua Gerakan Ajeungan Muda (GAM) Kabupaten Tasikmalaya, Hadis Munawir menginginkan tindakan demo tidak memecah belah masyarakat. Pasalnya, beredar berita tindakan itu bakal menentang seluruh program pemerintah. Warga di wilayah pasti bakal mendukung program pemerintah.

"Kita jaga persatuan dan kedamaian agar unjuk rasa tidak ditunggangi dan membikin kericuhan. Kami menentang lantaran dapat merugikan masyarakat. Lewat seruan ini, kami mendukung rancangan undang-undang perampasan aset serta norma meninggal bagi pelaku korupsi," tandasnya.

Menurut Hadis, pihaknya menolak segala corak provokasi nan berpotensi mengadu masyarakat dengan pemerintah. Untuk itu, Jakarta nan merupakan pusat kehidupan kudu tetap aman, tertib, dan kondusif.

"Kami tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya  membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat desa. Wadah pemberdayaan ekonomi rakyat ini membuka kesempatan upaya dengan memperkuat ekonomi lokal untuk memberikan faedah nyata," pungkasnya.

Selengkapnya