Jembatan Gantung Reje Payung(Satgas PRR Aceh)
Setelah melalui proses pembangunan selama empat bulan, Jembatan Gantung Reje Payung alias Jembatan Perintis Garuda III di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, resmi rampung. Infrastruktur nan membentang di atas Sungai Jamboaye tersebut diharapkan memulihkan konektivitas penduduk sekaligus memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah setempat.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Posko Wilayah Aceh menyebut jembatan nan berada di wilayah kerja Kodim 0106/Aceh Tengah itu menghubungkan Desa Reje Payung dan Desa Jamat setelah sebelumnya akses masyarakat terganggu. Jembatan gantung sepanjang bentang sekitar 90 meter itu dibangun di atas Sungai Jamboaye menggunakan bangunan kabel utama nan menopang lantai jembatan, dengan menara di kedua ujungnya serta sistem blok angkur sebagai penahan tarikan kabel.
Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal Zakaria Ali, mengatakan pembangunan melibatkan personel Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka, satu personel asistensi Zeni Kodam Iskandar Muda, serta tiga penduduk setempat.
Menurut Safrizal, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional nan bermaksud memulihkan konektivitas di wilayah terpencil maupun wilayah terdampak musibah melalui kerjasama antara TNI dan masyarakat.
"Alhamdulillah, berkah kerja keras TNI, masyarakat, dan support beragam pihak, Jembatan Perintis Garuda III di Linge telah selesai dibangun. Dengan demikian, aktivitas penduduk diharapkan kembali melangkah normal," ujarnya.
Safrizal menambahkan penanganan wilayah pascabencana memerlukan sinergi seluruh pihak agar proses pemulihan dapat berjalan lebih sigap dan memberikan faedah bagi masyarakat. (E-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·