Atlet taekwondo nomor kyorugi kelas U-80 kg Arya Danu Susilo (kanan) berlatih dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menyiapkan tiga atlet untuk berkompetensi pada(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
TUAN rumah Asian Games 2026 Jepang kewalahan menghadapi membengkaknya jumlah peserta. Panitia penyelenggara apalagi mengimbau atlet tambahan nan bakal datang untuk mengurus akomodasi mereka sendiri.
Asian Games 2026 dijadwalkan berjalan di Nagoya dan wilayah Aichi pada 19 September hingga 4 Oktober. Semula, jumlah atlet dan ofisial nan diperkirakan datang sekitar 15.000 orang.
Namun, Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada pekan lampau menyebut jumlah peserta bakal meningkat menjadi sekitar 17.000 orang terdiri atas 11.000 atlet dan 6.000 ofisial.
Jumlah tersebut membikin panitia menghadapi persoalan kapabilitas dan anggaran. Pasalnya, Jepang tidak membangun perkampungan atlet unik untuk arena Asian Games 2026. Sebagai gantinya, panitia menggunakan kapal pesiar, kediaman sementara berbentuk kontainer, serta sejumlah hotel.
Presiden panitia penyelenggara nan juga Gubernur Aichi, Hideaki Omura, mengatakan pihaknya tidak mempunyai sumber daya maupun anggaran untuk mengakomodasi tambahan peserta di luar jumlah nan disepakati. Ia menegaskan kesepakatan jumlah delegasi maksimal sebanyak 15.000 orang.
“Kami tidak mempunyai tenaga maupun anggaran untuk membikin pengaturan nan diperlukan bagi peserta tambahan,” kata Omura.
“Perjanjian dengan kota tuan rumah menetapkan delegasi sebanyak 15.000 orang. Kami tidak menyediakan anggaran untuk jumlah nan melampaui itu. Tidak ada tempat bagi mereka untuk menginap,” tegasnya.
Persoalan tersebut muncul setelah OCA menambah bagian olahraga teqball dan padel ke dalam program Asian Games 2026. Penambahan bagian tersebut turut berakibat pada jumlah peserta nan kudu ditampung.
Untuk menekan biaya, panitia menggunakan sejumlah akomodasi alternatif. Kapal pesiar Italia Costa Serena disewa sebagai salah satu tempat tinggal atlet. Sekitar 4.000 hingga 5.000 atlet diperkirakan menempati kapal tersebut.
Sementara itu, sekitar 2.000 atlet dan ofisial lainnya bakal ditempatkan di kediaman sementara bergaya kontainer. Peserta selebihnya bakal menginap di hotel, termasuk hotel di Tokyo lantaran sejumlah pertandingan Asian Games 2026 yakni renang, loncat indah, dan berkuda digelar di ibu kota Jepang tersebut.
Laporan media lokal menyebut panitia penyelenggara telah meminta OCA mengurangi jumlah peserta. Namun, Omura mengatakan peserta tambahan nan tetap datang kudu menanggung sendiri pengaturan tempat tinggal mereka.
“Jika mereka tetap mau datang, mereka kudu membikin pengaturan sendiri,” kata Omura.
Wali Kota Nagoya sekaligus pejabat sementara ketua panitia penyelenggara Asian Games 2026, Ichiro Hirosawa, juga mengakui kapabilitas nan tersedia susah mengakomodasi jumlah peserta nan sekarang diperkirakan mencapai 17.000 orang. Ia menambahkan kondisi finansial panitia juga menjadi kendala.
“Sulit untuk menampung jumlah sebanyak ini, baik dari sisi waktu maupun kapabilitas fisik,” ujar Hirosawa.
“Dari sisi biaya, kami menjalankan penyelenggaraan dengan anggaran nan ketat sehingga situasinya sulit,” katanya.
(AFP/H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·