Jakarta, CNN Indonesia --
Jonatan Christie mengakui diserang rasa panik saat menghadapi Jason Teh Jia Heng pada babak kedua alias 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Jonatan sebelumnya sudah enam kali berjumpa atlet bulu tangkis asal Singapura itu dan selalu menang, namun dalam laga kali ini Jonatan mengalami ketegangan.
Selain itu atlet 28 tahun nan sekarang berstatus sebagai pemain ahli itu mengaku panik saat menjalani laga pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi mainnya tetap terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi, pola nan sudah disiapkan jadi serba ragu sampai pertengahan gim pertama," ucap Jonatan dikutip dari rilis resmi PBSI.
"Setelah itu coba keluar dari tekanan, lebih berani lagi dan lebih tidak terlalu banyak pertimbangan mainnya. Cukup sukses dan mengejar tapi sayang di poin akhir ada kurang tepat penggunaan pukulan," katanya menambahkan.
Tidak hanya sekali panik, Jonatan kembali merasa bingung dan gugup pada gim kedua saat sudah nyaris menang.
"Di gim kedua, sudah unggul 14-20 dan saya merasa musuh bakal melepas dan bersiap konsentrasi ke gim ketiga tapi rupanya dia tetap berupaya dengan mengganti pola permainan nan mungkin itu nan dia mau mainkan di gim ketiga."
"Itu membikin dia dapat banyak poin dan saya lumayan panik, beruntung bisa menyelesaikan. Di gim ketiga sudah lebih terbaca permainannya," jelas Jonatan.
Jonatan pun menjadikan kemenangan atas Jason menjadi bahan pelajaran untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya di Kejuaraan Dunia.
"Agak susahnya perihal ini bukan absolut matematika jadi ketika nan dipelajari kemarin, bisa berbeda di hari ini alias next pertandingannya. Banyak situasi nan membikin beda, mungkin dari kondisinya, mood feel-nya alias segala macam. Ini nan tetap saya nikmati prosesnya setiap hari," tuturnya.
(nva/jal)

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·