Mampukah Malaysia Akhiri Kutukan 22 Tahun di Piala AFF?

59 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Malaysia dihantui kutukan nan belum terpatahkan selama 22 tahun dalam sejarah turnamen menjelang musuh Vietnam di leg kedua semifinal Piala AFF 2026.

Kekalahan 0-2 dari Vietnam pada leg pertama nan digelar di Stadion Kuala Lumpur, praktis menipiskan kesempatan Harimau Malaya lolos ke final.

Ketertinggalan dua gol di kandang bukan sekadar selisih gol. Situasi ini menjadi 'tembok raksasa' nan belum pernah bisa ditembus tim mana pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak format pertandingan kandang-tandang diperkenalkan di Piala AFF 2004, belum ada satu pun tim nan kalah dengan defisit dua gol di semifinal bisa bangkit dan melaju ke final.

Sejarah membuktikan bahwa kesempatan untuk bangkit adalah nol persen. Tim nan mengantongi kelebihan dua gol pada leg pertama selalu sukses mengamankan tiket ke final.

Media Malaysia, Berita Harian, apalagi menyebut misi ke Stadion May Dinh terasa seperti melangkah di atas 'garis tipis' nan berbahaya. Bertanding melawan Vietnam di kandang Vietnam saja sudah sulit, apalagi ditambah beban statistik kelam tersebut.

Jika pembimbing Tan Cheng Hoe kandas meracik strategi efektif untuk menembus pertahanan Vietnam, Harimau Malaya nyaris pasti jadi korban berikutnya nan tersingkir di semifinal.

Malaysia saat ini tidak mempunyai ruang sedikit pun untuk melakukan kesalahan sepele. Mencetak gol ke gawang musuh sedini mungkin di Hanoi jadi satu-satunya jalan untuk memberikan tekanan pada tuan rumah.

Rekor turnamen dwitahunan ini jelas tak memihak Malaysia. Mempertahankan kelebihan dua gol di kandang sendiri menjadi tugas nan mudah bagi tim nan sudah mengantongi modal besar.

Meski demikian, Malaysia berambisi terjadi keajaiban di Hanoi. Sekecil apa pun peluang, tetap bisa dipatahkan. Hanya saja, misi menang dengan selisih lebih dari dua gol tak semudah membalikkan telapak tangan.

Apakah Harimau Malaya bisa mencetak sejarah dengan mematahkan 'kutukan' itu alias justru mengulangi kisah pilu puluhan tahun? Semua bakal terjawab di Hanoi kelak malam.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/nva)

Selengkapnya