PT BNI Sekuritas berperan-serta dalam BNI WondrX 2026 nan berjalan pada 21–23 Agustus 2026 melalui edukasi bagi penanammodal pemula.(Dok. PT BNI Sekuritas)
JUMLAH investor pasar modal Indonesia terus bertambah seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap beragam instrumen investasi. Pertumbuhan tersebut sekaligus membikin pemahaman mengenai tujuan investasi, jangka waktu, dan akibat menjadi semakin krusial sebelum seseorang menentukan instrumen nan bakal dipilih.
Berdasarkan info PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah penanammodal pasar modal mencapai 30,30 juta Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 9,9 juta penanammodal secara year-to-date dibandingkan posisi akhir 2025.
Pertumbuhan jumlah penanammodal menjadi salah satu argumen pentingnya edukasi pasar modal, terutama bagi penanammodal pemula nan baru mulai membangun portofolio. Pemahaman mengenai kondisi finansial dan tujuan investasi dinilai perlu menjadi dasar sebelum memilih produk investasi.
Hal tersebut disampaikan investor, entrepreneur, creator, dan author Theo Derick dalam financial talkshow BNI WondrX 2026 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (22/8). Sesi berjudul 'From Zero to Portfolio: Membangun Kebiasaan Investasi di Tengah Ekonomi nan Menantang' tersebut membahas langkah awal nan perlu diperhatikan penanammodal sebelum menentukan instrumen.
"Hal nan paling pertama kudu jelas justru tujuan investasinya, bukan instrumennya. Tujuan ini nan kelak menentukan jangka waktu, misalnya untuk biaya darurat, biaya nikah, alias pensiun, jangka waktunya beda-beda," ujar Theo.
Menurut dia, setelah tujuan investasi ditentukan, penanammodal dapat mempertimbangkan tingkat akibat nan realistis sesuai kondisi finansial masing-masing.
"Dari situ baru terlihat seberapa besar akibat nan realistis untuk diambil. Kalau urutannya dibalik, langsung loncat ke instrumen, banyak orang akhirnya ikut-ikutan tren padahal tidak cocok sama kondisi keuangannya sendiri," lanjut Theo.
Edukasi di tengah pertumbuhan investor
Edukasi investasi tersebut menjadi bagian dari partisipasi PT BNI Sekuritas dalam BNI WondrX 2026 nan berjalan pada 21–23 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seremoni HUT ke-80 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI.
Melalui aktivitas tersebut, BNI Sekuritas menghadirkan booth dan financial talkshow nan memberikan kesempatan kepada visitor untuk memperoleh info mengenai pasar modal sekaligus mengenal jasa investasi nan tersedia.
Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati, mengatakan edukasi menjadi salah satu bagian nan dibawa perusahaan dalam aktivitas tersebut.
"Melalui booth dan financial talkshow BNI Sekuritas, visitor dapat mengenal lebih dekat aplikasi investasi BIONS by BNI Sekuritas, memperoleh beragam promo eksklusif selama penyelenggaraan WondrX 2026, serta mengikuti edukasi pasar modal nan bermaksud meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi nan aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan finansial masing-masing," kata Fitri.
Menurutnya, peningkatan jumlah penanammodal perlu diikuti dengan pemahaman nan memadai agar masyarakat tidak hanya berinvestasi lantaran mengikuti tren, tetapi bisa mengambil keputusan berasas kebutuhan dan kondisi finansial masing-masing.
Pertumbuhan penanammodal juga menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Namun, bertambahnya jumlah penanammodal sekaligus menjadi tantangan bagi industri untuk terus memperkuat literasi finansial dan memberikan edukasi nan mudah dipahami. Fitri mengatakan BNI Sekuritas bakal terus berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun kebiasaan investasi.
"Kami mau selalu datang sebagai mitra investasi nan kredibel, mudah diakses, dan relevan bagi generasi muda, sehingga semakin banyak masyarakat nan percaya diri untuk memulai dan mengembangkan portofolio investasinya berbareng kami," tutup Fitri. (E-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·