Kabar Baik! Para Ahli Sepakat Ekonomi Indonesia 6 Bulan ke Depan Aman

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah mahir ekonomi sepakat situasi perekonomian Indonesia dalam enam bulan ke depan tetap cukup baik. Hal ini sesuai dengan survei  Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), nan dipublikasikan Kamis (27/8/2026).

"Kami melakukan survei secara online kepada para ahli ekonomi dan responden berlatar belakang ekonomi dan bisnis, pada umumnya mempunyai persepsi positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 dan pada semester II-2026 juga tetap positif," kata Ekonom Senior INDEF sekaligus Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Didik J. Rachbini.

Didik menjelaskan, pada semester I-2026, survei menunjukkan indeks persepsi ekonomi mencapai 60, menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dinilai sebagai modal untuk terus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Persepsi para ahli ekonomi dan responden berlatar belakang ekonomi dan upaya tentang pertumbuhan ekonomi di semester II-2026 nan bakal datang optimis, seperti ditunjukkan dalam indeks nan mencapai 62,3, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks semester I-2026," lanjut Didik.

Sedangkan persepsi terhadap optimisme pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh hasil survei nan juga optimis terhadap keahlian ekspor, di mana indeksnya mencapai 60,3, nan dianggap lebih tinggi dari impor.

"Untuk semester II-2026, ahli ekonomi lebih percaya lagi dengan keahlian ekspor, nan lebih optimis lantaran indeksnya menunjukkan nomor 62,0. Namun, responden mempunyai persepsi lebih kurang percaya terhadap masalah pengangguran dan tingkat inflasi," terang Didik.

Didik menegaskan hasil survei nan dilakukan ISEI berbeda dengan survei terhadap publik secara keseluruhan.

Hal ini lantaran survei dilakukan dengan mengambil secara purposive, merupakan pihak nan mempunyai pengetahuan lebih mendalam dibandingkan dengan survei publik, nan diambil secara acak. Survei nan pertama memandang keadaan lebih realistis lantaran mengetahui dengan lebih betul dibandingkan dengan nan kedua, nan lebih merupakan persepsi.

"Berdasarkan rilis survei SMRC penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi adalah nan terendah dalam beberapa tahun terakhir, sebanyak 49,4% responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini dalam kategori jelek alias sangat buruk. Sementara itu sentimen positif hanya 15,7% masyarakat nan tetap memandang ekonomi nasional berada dalam kondisi baik alias sangat baik," jelasnya.

Kesimpulannya, ahli ekonomi tetap percaya ekonomi Indonesia tetap cukup kuat di semester II-2026. Namun, tetap ada tantangan nan menghadang, seperti daya beli masyarakat, peningkatan harga-harga pangan dan energi, dan potensi melebarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Berbeda dengan persepsi umum, personil ISEI cukup percaya bahwa pemerintah pusat dan wilayah dinilai mempunyai keahlian dalam peningkatan perekonomian Indonesia," tutup Didik.

(chd/mij) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya