Kasus Korupsi Rektor Unsoed, DPR Sebut Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi

1 jam yang lalu 2
Kasus Korupsi Rektor Unsoed, DPR Sebut Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi Ilustrasi(Dok Unsoed)

WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan pendidikan tinggi bukan ruang untuk bertransaksi bagi mereka nan mempunyai finansial berlebih. Ia mengatakan praktik suap tidak boleh terjadi di perguruan tinggi manapun.

Hal tersebut disampaikan Lalu merespons Rektor Universitan Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq nan terjaring operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga terlibat pengondisian penerimaan mahasiswa baru.

"Kami atas nama Komisi X DPR RI menyatakan rasa prihatin dan sangat menyayangkan jika dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman betul terjadi," kata Lalu saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).

Legislator dari Fraksi PKB ini mengingatkan bahwa penerimaan mahasiswa baru kudu melangkah objektif, transparan, akuntabel, serta berbasis pada prestasi calon mahasiswa bukan kedekatan dengan pihak tertentu alias keahlian membayar.

Meski menghormati asas prasangka tak bersalah dan proses norma di KPK, Lalu menyebut kasus ini kudu menjadi momentum pembenahan sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya pada seleksi jalur mandiri.

"Jangan sampai persoalan ini justru merusak kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi," ujarnya. 

Lebih lanjut, Lalu menuturkan Komisi X DPR RI berencana memanggil kementerian mengenai (Kemendiktisaintek) untuk meminta penjelasan mengenai langkah penguatan tata kelola penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Apalagi, kata dia, Komisi X DPR RI baru saja menyelesaikan Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Panja SPMB) nan memuat rekomendasi krusial untuk perbaikan sistem seleksi ke depannya.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, Banyumas. Sebanyak sembilan orang, termasuk Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan dua wakil rektornya ditangkap dalam penindakan tersebut. KPK menyebut penangkapan para petinggi kampus negeri tersebut berangkaian erat dengan praktik manipulasi pada proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, khususnya di jalur berdikari Fakultas Kedokteran Unsoed. (H-2)

Selengkapnya