Ilustrasi(Antara)
KABUT asap akibat kebakaran lahan di Kalimantan, Indonesia, berakibat pada kualitas udara di Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut diperkirakan tetap memperkuat dalam beberapa hari ke depan lantaran asap lintas pemisah terus bergerak memasuki wilayah Sarawak.
Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB) menyebut kabut asap berasal dari area Kalimantan Barat. Pada Kamis (20/8) siang, enam wilayah di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat dengan nomor berkisar 125 hingga 191.
Daerah Serian mencatatkan kualitas udara terburuk dengan API 191. Kondisi serupa terjadi di Kuching nan mencapai 188 dan Sri Aman dengan nomor 178.
Data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) menunjukkan tingginya aktivitas titik panas di Kalimantan dibandingkan Sarawak. Sepanjang 1-19 Agustus, ASMC mendeteksi 7.286 titik panas di Kalimantan sedangkan di Sarawak tercatat 148 titik panas.
"ASMC mengawasi asap lintas pemisah dengan intensitas sedang hingga pekat dari Kalimantan Barat nan bergerak ke arah utara dan memasuki sejumlah wilayah Sarawak bagian barat," kata NREB seperti dikutip The Star, Kamis (20/8).
Pergerakan asap tersebut berpotensi memperburuk kualitas udara, terutama di wilayah nan memang rentan terhadap kebakaran dan tengah mengalami kondisi kering berkepanjangan.
Pemerintah Sarawak mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Warga juga diminta menjaga asupan cairan dan menggunakan masker ketika kudu beraktivitas di luar rumah. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·