Kabut Asap Muncul Dekat Bandara, Lahan 8.900 Hektar Terbakar

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan seiring munculnya kabut asap di sekitar area bandara. Hingga saat ini, tercatat luas lahan nan terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 8.900 hektar.

Direktur Koordinasi Penanganan Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengungkapkan bahwa sekitar 9.800 personel campuran telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan lahan. Dia menegaskan bahwa seluruh kekuatan baik satuan darat maupun udara telah disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan titik api di beberapa titik lokasi.

"Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot nan cukup tinggi khususnya berada di Ring 1 nan mendekati bandara: Kota Banjar, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut," katanya dalam konvensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026).

Titik api di wilayah Ring 1 tersebut menjadi perhatian serius lantaran berakibat langsung pada visibilitas dan operasional transportasi udara di Bandara Syamsudin Noor. Pihaknya mengoperasikan 9 unit helikopter nan difungsikan untuk patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemboman air.

"Terjadinya peningkatan di wilayah Kalimantan Selatan ini terhitung mulai tanggal 21 sudah diatensi oleh satuan darat maupun satuan udara untuk memadamkan lokasi-lokasi nan apinya sudah condong meningkat," imbuhnya.

Personel darat nan terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan berupaya melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas ke wilayah rimba lindung maupun pemukiman warga. Pihaknya juga sedang memetakan pemanfaatan airport pengganti di Tabalong untuk mempercepat mobilisasi unit pemadam jika terjadi eskalasi kebakaran.

"Selanjutnya dari bombing nan tergelar di Kalimantan Selatan juga bakal kita mapping mendekati wilayah Tabalong, Tanjung di sana ada airport Pertamina dulunya mungkin kelak untuk memudahkan mobilisasi pemadaman dan tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor," paparnya.

Dengan begitu, Djohan mengingatkan seluruh tim untuk tetap melakukan pendinginan meskipun laporan di lapangan menunjukkan adanya penurunan intensitas api. Hal itu dilakukan untuk memastikan titik panas betul-betul padam dan tidak muncul kembali akibat embusan angin.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya