Indonesia mulai mengekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia setelah mencapai swasembada. Ekspor berpotensi meningkat hingga 200.000 ton per tahun.(Kementerian Pertanian)
INDONESIA mencatat momentum berhistoris menjelang hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah sukses mencapai swasembada beras, Indonesia kembali membuka keran ekspor beras ke negara tetangga, Malaysia, dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi berita baik bagi Indonesia sekaligus bukti produksi pangan nasional sekarang tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mempunyai ruang untuk memasok pasar internasional. Ini juga menjadi sejarah baru dalam hubungan perberasan Indonesia dan Malaysia. Terlebih, kedua negara merupakan bangsa serumpun nan mempunyai kedekatan geografis, historis, dan budaya.
“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Amran dikutip dari siaran pers nan diterima, Sabtu (15/8).
Menurut Amran, ekspor tersebut dilakukan setelah pemerintah memastikan kesiapan beras nasional dalam kondisi aman. Hingga saat ini, stok beras nan berada di Bulog mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah apalagi telah menyiapkan tambahan kapabilitas penyimpanan lantaran produksi nasional berada pada posisi nan kuat.
“Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.
Amran menegaskan bahwa ekspor dilakukan secara terukur dan bertahap. Untuk tahap awal, Indonesia bakal mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Selanjutnya, jumlah tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras di Sarawak.
“Kalau ekspor ini jika bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara berjenjang lantaran kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ujar Amran.
Kerja sama tersebut juga telah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Amran mengatakan pihak Malaysia memberikan apresiasi dan membuka kesempatan peningkatan volume ekspor beras dari Indonesia.
“Baru saja kami bicara dengan Menteri Pertanian Malaysia, Bapak Datuk Seri Mohamad Sabu. Beliau mengapresiasi dan beliau bakal mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” katanya.
Dari sisi nilai ekonomi, nilai beras nan disepakati berada di kisaran 3,9 Ringgit Malaysia alias sekitar Rp17.000 per kilogram. Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.
Amran juga memastikan kualitas beras nan diekspor bakal tetap dijaga. Beras nan dikirim ke Malaysia merupakan beras premium dengan kualitas nan kudu memenuhi standar pasar tujuan.
Menurutnya, capaian tersebut juga tidak terlepas dari support Presiden Prabowo Subianto melalui beragam kebijakan penguatan pangan nasional.
“Terima kasih juga nan mengapresiasi, terutama Bapak Presiden nan mensupport ini semua atas kebijakan Bapak Presiden sehingga kita bisa lakukan hari ini,” katanya.
Sementara itu General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman 1.000 ton pertama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.
Ia menyebut kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.
“Untuk Sarawak kita memerlukan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita bakal usahakan dengan langkah promosi di mana 1.000 ton nan pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya,” tutur Jumaat.
Jumaat menilai kerja sama tersebut bukan semata-mata hubungan bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia nan mempunyai kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun.
“Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi,” terangnya.
Ia menambahkan, pengiriman perdana 1.000 ton tersebut rencananya menggunakan jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis antara Sarawak dan Kalimantan Barat.
“Untuk pertama kita bakal order 1.000 ton dulu dan kita bakal menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran nan pertama,” sebut Jumaat.
Dengan pengiriman perdana tersebut, Indonesia dan Malaysia membuka babak baru kerja sama perdagangan beras. Bagi Indonesia, ekspor menjadi penanda bahwa kekuatan produksi nasional mulai bisa memberikan faedah tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga melalui ekspansi pasar dan peningkatan nilai ekonomi bagi petani. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·