Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern untuk Generasi Muda

1 jam yang lalu 4
Kalsel Tingkatkan Edukasi Pertanian Modern untuk Generasi Muda Anjungan Dinas PKP Kalsel menampil beragam produk, peralatan hingga penemuan pertanian.(MI/Denny Susanto)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan terus menggalakkan sosialisasi kesempatan dan edukasi tentang pertanian modern dalam rangka menarik minat generasi muda untuk menggeluti bumi pertanian. Kalsel menjadi sentra pangan utama di regional Kalimantan. 

Edukasi pertanian modern ini terlihat pada anjungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel pada even Kalsel Expo 2026 di Banjarbaru. Setiap harinya anjungan ini menggelar beragam aktivitas sosialisasi dan edukasi tentang penemuan dan perkembangan pertanian modern kepada para pengunjung.

Anjungan Dinas PKP Kalsel menampil beragam produk, peralatan hingga penemuan pertanian. Salah satu nan menarik adalah traktor apung untuk pengolahan lahan di lahan basah alias rawa. "Melalui aktivitas pameran nan kita ikuti setiap tahun, kita mau mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda tentang kesempatan besar di sektor pertanian ini," ungkap Kepala Dinas PKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, Minggu (16/8).

Ditegaskan Syamsir, sektor pertanian dan ketahanan pangan menjadi sektor nan vital di masa depan. Hal ini juga sejalan dengan kemauan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara berdikari apalagi menguasai pangan dunia. Namun di sisi lain, sektor pertanian menghadapi tantangan antara lain semakin berkurangnya jumlah petani dan lahan pertanian menghadapi alih kegunaan lahan, serta perubahan iklim.

"Masalah lainnya adalah kurangnya minat generasi muda terjun ke bumi pertanian. Para petani kita kebanyakan orang tua, sehingga perlu adanya regenerasi petani dan tentunya kudu berkembangan melalui sistem pertanian modern, mekanisasi dan inovasi," tutur Syamsir. 

Kalsel tercatat sebagai wilayah lumbung pangan nasional, khususnya regional Kalimantan dengan produksi padi tahun 2025 mencapai 1,179 juta ton. Tahun 2026 sasaran produksi kita sebanyak 1,3 juta ton alias naik 15 persen

Menyinggung soal kondisi tandus serta kebakaran rimba dan lahan, Syamsir mengakui saat ini ada sekitar 6.000 hektare tanaman padi di sejumlah wilayah nan mengalami kekeringan dan terancam kandas panen. Namun dirinya memastikan produksi padi Kalsel tetap stabil lantaran sebagian wilayah telah memasuki musim panen raya. Termasuk pemanfaatan lahan rawa untuk tanam padi dan palawija seluas  15 ribu hektare.

Anjungan Dinas PKP Kalsel pada Expo Kalsel 2026 juga menampilkan jenis produk pertanian unggulan termasuk buah-buahan lokal seperti buah mentega, kapul dan mata kucing nan nyaris punah. (E-2)

Selengkapnya